
FENOMENA ini sering disebut sebagai circumbinary planet, yang secara visual menyerupai planet fiksi Tatooine dalam waralaba film Star Wars. Berbeda dengan metode transit konvensional, tim astronom internasional menemukan kandidat ini dengan menganalisis perubahan kecil pada waktu gerhana antara dua bintang di sistem biner tersebut.
Metode Pencarian Baru
Para peneliti memanfaatkan gangguan gravitasi yang memengaruhi waktu gerhana bintang sebagai indikator keberadaan objek lain. Metode ini memungkinkan ilmuwan mendeteksi planet yang tidak melintas langsung di depan bintang dari sudut pandang Bumi.
Dalam laporan yang dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, tim peneliti melakukan analisis terhadap sekitar 1.590 sistem bintang biner. Hasilnya, ditemukan 27 sistem yang menunjukkan indikasi kuat adanya kandidat planet baru.
Fakta Kunci Penemuan:
- Jumlah: 27 kandidat planet baru.
- Sistem: Bintang Biner (Dua Matahari).
- Instrumen: Teleskop TESS NASA.
- Ukuran: Beberapa kandidat diperkirakan sebesar Jupiter.
Peluang Dunia Baru
NASA Science menjelaskan bahwa teknik ini membuka peluang besar untuk menemukan dunia-dunia yang selama ini tersembunyi dari pengamatan konvensional. Sebagian kandidat planet tersebut diperkirakan memiliki ukuran raksasa yang mendekati ukuran Jupiter.
Meskipun temuan ini sangat menjanjikan, para ilmuwan menekankan bahwa status objek-objek tersebut masih berupa “kandidat”. Diperlukan pengamatan lanjutan untuk memastikan apakah objek tersebut benar-benar planet yang stabil atau fenomena antariksa lainnya.
Penelitian ini sangat krusial untuk memahami bagaimana planet terbentuk di lingkungan gravitasi yang kompleks. Sejak diluncurkan pada 2018, misi TESS terus menjadi ujung tombak NASA dalam memetakan potensi kehidupan dan keberadaan dunia lain di luar Tata Surya.
