
PERKEMBANGAN teknologi pertanian modern membuat petani mulai dituntut beradaptasi dengan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Kebutuhan penguasaan teknologi itu menjadi salah satu fokus dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Alsintan yang digelar Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian bagi petani dan Brigade Pangan dari BRMP Lampung pada 18–22 Mei 2026.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat pembekalan mengenai pengoperasian alat pertanian modern, perawatan berkala, hingga keselamatan kerja penggunaan mesin pertanian. Praktik lapangan juga dilakukan agar peserta dapat memahami penggunaan alsintan secara langsung.
Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan perkembangan mekanisasi pertanian membuat peningkatan kemampuan SDM menjadi kebutuhan penting di sektor pertanian.
“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap petani dan Brigade Pangan mampu meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi pertanian modern sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan,” ujar Harmanto dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan modernisasi pertanian menjadi bagian penting dalam mendukung swasembada pangan nasional. Menurut dia, pemanfaatan teknologi dan mekanisasi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi kerja serta produktivitas sektor pertanian.
“Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai penguatan kompetensi petani, penyuluh, dan Brigade Pangan perlu terus dilakukan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian di lapangan.
Menurutnya, penguasaan alat dan mesin pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan adaptif.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki posisi strategis dalam mencetak SDM pertanian unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan Bimtek tersebut berlangsung selama lima hari sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan PEPI Kementerian Pertanian. Selain materi teori, peserta juga mendapat kesempatan melakukan praktik penggunaan alsintan secara langsung di lapangan. (I-1)
