
NILAIĀ tukarĀ Rupiah hari ini 22 Mei 2026 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi. Berdasarkan data pasar, Rupiah terkoreksi tipis sebesar 10 poin atau 0,06 persen ke level Rp17.677 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya di level Rp17.667 per dolar AS.
Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian global. Selain faktor eksternal, kenaikan permintaan valuta asing (valas) di dalam negeri turut memberikan beban tambahan bagi posisi Rupiah di pasar spot.
Daftar Kurs Rupiah di Bank Nasional
Bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi valas, berikut adalah rincian kurs jual dan beli di sejumlah bank besar nasional berdasarkan data terbaru:
| Bank | Harga Jual (Rp) | Harga Beli (Rp) |
|---|---|---|
| Bank Mandiri | 17.780 | 17.720 |
| BNI | 17.750 | 17.700 |
| BCA | 17.740 | 17.490 |
| BRI | 17.820 | 17.520 |
| BTN | 17.820 | 17.570 |
| CIMB Niaga | 17.712 | 17.697 |
Perbandingan Mata Uang Asia
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi (mixed) terhadap dolar AS. Berikut adalah rincian performa mata uang regional:
- Melemah: Won Korea Selatan (-0,17%), Baht Thailand (-0,12%), Dolar Singapura (-0,08%), Yen Jepang (-0,07%), Ringgit Malaysia (-0,06%), dan Dolar Hong Kong (-0,01%).
- Menguat: Rupe India (+0,65%), Dolar Taiwan (+0,14%), Peso Filipina (+0,06%), dan Yuan China (+0,03%).
Respons Kebijakan Bank Indonesia:
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar Mata Uang Rupiah, Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah strategis dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Selain itu, BI terus melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing guna meredam volatilitas yang berlebihan.
Para pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik global yang dapat memengaruhi arus modal keluar dari pasar keuangan domestik. (Ant/H-4)
