
SEBUAH kardus air mineral diduga berisi bom menggemparkan warga di sekitar kompleks Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Rabu (20/5), polisi segera menurunkan Tim Penjinak Bom (Jihandak) Brimob Pati untuk mengamankan barang misterius tersebut.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (20/5) ratusan warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus masih berkerumun dengan raut tegang untuk melihat petugas kepolisian dari Tim Penjinak Bom (Jihandak) Brimob Pati yangvsesang mengamankan sebuah kardus air mineral yang diduga berisi bom di sekitar kompleks Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Ploso.
Selama tidak kurang 3 jam, petugas yang sebelumnya telah memasang pita kuning (police line) dengan mensterilkan lokasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan, setelah mendapatkan laporan adanya benda mencurigakan diletakan di teras rumah komplek gereja tersebut pada pukul 06.45 WIB.
Bahkan temuan paketan kardus air mineral yang diduga berisi bom tersebut, sempat memicu kepanikan warga karena tidak diketahui siapa pengirim maupun isi paket tersebut, sehingga segera dilaporkan ke polisi untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan lebih lanjut serta pengamanan.
“Saya pertama kali mengetahui keberadaan kardus mencurigakan itu sekitar pukul 06.45 WIB, setelah melihat paket tak dikenal berada di depan rumah dinas cukup kaget karena tidak mengetahui isi maupunpengirim serta penerimanya,” ujar Pendeta GITJ Ploso Danang Tutut.
Untuk memastikan itu, lanjut Danang Tutut, kemudian melakukan pengecekan rekaman CCTV dan dari hasil rekaman kamera pengawas, terlihat seorang laki-laki menggunakan helm dan masker meletakkan kardus tersebut sekitar pukul 06.06 WIB. “Saya tidak kenal dan tidak tahu identitas orang itu,” imbuhnya.
Menurut Danang Tutut bahkan ketika mencoba menanyakan kepada para jemaat melalui grup WhatsApp maupun pesan pribadi terkait kemungkinan adanya kiriman paket tersebut, namun tidak ada satu pun jemaat yang mengaku sebagai pengirim paket yang dibungkus dengan kardus air mineral tersebut.
Khawatir paket tersebut berbahaya, ungkap Danang Tutut, pihak gereja langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian dan dalam waktu tidak terlalu lama petugas yang datang ke lokasi segera memasang garis polisi untuk mengamankan area sekitar, hingga kondisi menegangkan ketika Tim Jihandak Brimob Pati tiba sekitar pukul 12.00 WIB.
Petugas mengenakan perlengkapan lengkap penjinak bom, kemudian langsung melakukan sterilisasi dan pemeriksaan terhadap kardus mencurigakan tersebut, kemudian setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh tim penjinak bom ternyata isi kardus tersebut ternyata hanya berisi sayuran.
Kepala Bagian Ops Polres Kudus Kompol Eko Pujiyono mengatakan bersyukur paket tersebut tidak berisi bahan berbahaya, namun meskipun sudah dipastikan tidak mengandung unsur berbahaya, kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan untuk mencari pria misterius yang meletakkan kardus tersebut di depan rumah dinas pendeta.
“Polisi akan meminta keterangan terhadap pelaku guna mengetahui motif di balik aksi yang sempat membuat geger warga dan jemaat gereja tersebut,” ujar Eko Pujiyono. (AS)
