
PEMERINTAH Kabupaten Kabupaten Limapuluh Kota menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 13 hingga 26 Mei 2026. Hal itu guna mempercepat penanganan dampak banjir bandang yang melanda sejumlah nagari dan kecamatan. Penetapan status tanggap darurat ini memungkinkan mobilisasi personel, logistik, serta penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana secara cepat dan terukur.
Dalam masa tanggap darurat tersebut, puluhan warga bersama personel BPBD, TNI-Polri, aparatur kecamatan dan nagari bergotong royong membersihkan material kayu yang menyumbat aliran Sungai Batang Sandir di Jorong Sawahlaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Minggu (17/5). Material kayu akibat banjir bandang dan hujan deras yang terjadi Rabu malam (13/5) itu dikhawatirkan memicu bencana susulan jika tidak segera ditangani.
Sekretaris Daerah Limapuluh Kota Herman Azmar dan Kepala Pelaksana BPBD Zaimar Hakim menegaskan, status tanggap darurat diperlukan agar seluruh penanganan bencana dapat berjalan efektif, termasuk dukungan operasional bagi petugas di lapangan. Pemerintah daerah juga membuka peluang mobilisasi bantuan dari berbagai pihak, termasuk BNPB, Pemprov Sumbar, dan BWS Sumatera V Padang.
Masyarakat berharap proses pembersihan sungai terus dilanjutkan karena banyaknya pohon tumbang yang masih tersangkut di badan sungai. Selain itu, warga meminta BWS Sumatera V kembali melakukan normalisasi Sungai Batang Sandir untuk meminimalkan risiko banjir bandang dan luapan air saat hujan deras.
Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mendukung penetapan status tanggap darurat tersebut. Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai nagari telah mengganggu kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan penanganan segera. Ia juga menilai status tanggap darurat penting untuk melegalisasi penggunaan dana BTT sebesar Rp2,5 miliar dalam APBD 2026.
“Kita berharap, setelah status tanggap darurat ditetapkan, penanganan dampak bencana di seluruh nagari bisa berjalan cepat dan terukur, sehingga masyarakat terdampak tidak semakin menderita,” ujarnya. (YH/E-4)
