
MERAWAT ingatan dan peduli kemanusiaan pada Palestina, itulah upaya yang terus dan konsisten digaungkan mantan artis, Annisa Theresia yang akrab disapa Tere. Sabtu (16/5) pagi, Aksi Maqdisy Heroes Long March 02 kembali diinisiasi Yayasan Wasilah (Wadah Silaturahmi Ummat). Sekitar 150 anak-anak, remaja, dewasa, dan para orang tua menggetarkan Taman Lapangan Banteng Jakarta, melakukan pawai dengan pekikan Palestina Merdeka, Free… Free Palestine.
Semangat kepedulian Palestina ini, kata Tere, mesti terus disuarakan karena genosida dan penjajahan Zionist Israel masih terus berlangsung. “Kita semua tahu perbuatan biadab ini melanggar konstitusi negara kita bahwa penjajahan di muka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” tandas Tere.
Menurut Tere, event tersebut sebagai upaya “Mengenang Nakbah dan Belajar dari Gaza yang Tak Pernah Menyerah”. Hemat dia, event ini merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian perhelatan Maqdisy Talent Hunt 1448 H, ajang pencarian bakat bagi anak dan remaja usia 5-19 tahun yang digagas oleh Annisa Theresia (Kak Tere). Dijelaskannya program Maqdisy Talent Hunt 1448 H kembali berkomitmen untuk menjawab perintah Quran dari surat Al Anfal 65, untuk melahirkan 20 anak berjiwa sabar setiap tahunnya.
“Insya Allah akan terus dibina agar bertransformasi menjadi para pejuang kebenaran yang berani bersuara dan menyerukan pentingnya literasi tentang Baitul Maqdis sejak dini,” cetus Tere yang mengenakan busana muslim warna hitam.
Diutarakannya kegiatan di Lapangan Banteng ini turut dihadiri bersama dengan sejumlah influencer diantaranya pegiat dakwah digital @mosfeed_id dan penulis buku Gia Josie, aktivis seni Gita Hastarika dan Annisa ‘Ketupatkartini’ yang ikut mendampingi, bahkan turut dihadiri oleh aktivis buruh Kristen pro Palestina. Maqdisy Heroes Longmarch 02 tersebut mengambil tema “Mengenang Nakbah dan Belajar dari Gaza Yang Tidak Pernah Menyerah”.
Tere menjelaskan peristiwa Nakba terjadi pada Mei 1948 yang mengakibatkan ratusan ribu rakyat Palestina terusir dari tanah leluhur mereka dan dalam semalam menjadi pengungsi. Zionist Israel mencaplok 77% wilayah Palestina, membumi hanguskan hampir 500 kampung, dan melakukan pembunuhan terhadap 15 ribu rakyat Palestina. Kini, lanjutnya, di tengah genosida yang telah berlangsung hampir tiga tahun, Nakba masih terus terjadi. Rakyat Palestina di Gaza maupun Tepi Barat masih hidup dalam kengerian dan kekejaman yang dilakukan oleh tentara IDF Zionist.
Pada event di Lapangan Banteng, rombongan aksi terdiri dari anak dan remaja ini dibagi dalam lima kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin lima besar Maqdisy Talent 1447H hasil kompetisi 27 Rajab tahun lalu, dimana masing-masing dari mereka ditugaskan untuk menyuarakan yel-yel dan membagikan stiker kepada pengunjung yang datang ke Lapangan Banteng. Kegiatan ini dibuka bagi umum.
Tanamkan Kesadaran
Tere menambahkan aksi ini menjadi fondasi penting dalam menanamkan kesadaran literasi Baitul Maqdis kepada anak-anak sejak dini. “Long march adalah teladan yang pernah ditunjukkan Rasulullah saw di Makkah, bahkan ketika jumlah Muslim baru 40 orang setelah Umar bin Khattab masuk Islam,” ungkapnya.
Aksi ini mempertemukan para pejuang cilik Baitul Maqdis yang telah berkarya melalui puisi, buku, kerudung, orasi, dan lainnya. Melalui kegiatan ini Tere berharap bisa terus membangun semangat solidaritas dan kepedulian terhadap Palestina yang ditumbuhkan sejak usia dini, melalui kegiatan edukatif, kreatif, dan penuh makna.
“Karena collective consciousness (kesadaran kolektif) ini penting dalam menguatkan collective action (aksi kolektif) menuju gerakan global. Setiap langkah kecil memiliki arti besar. Kita tidak akan sampai pada kekuatan berskala global tanpa memulainya dari gerakan sederhana seperti ini,” tukas Tere.
Pada kesempatan itu, turut hadir warga Palestina Zhiyad yang turut menggelorakan semangat kepedulian dan kemanusiaan pada Palestina. Sementara Yanuar, perwakilan orang tua yang turut hadir bersama istri dan putrinya, mengaku menyempatkan hadir karena turut simpati atas perjuangan rakyat Gaza, Palestina melawan kebiadaban Zionist. “Kita sementara turut mendoakan dan peduli kemanusiaan pada penderitaan saudara kita di Palestina atas kebiadaban kekejaman tentara IDF Zionist tersebut,” tandasnya. (H-2)
