Peduli Olahraga, PDIP Jawa Barat Seleksi Pesepak Bola Muda Ikuti Soekarno Cup 2026
PDIP Jawa Barat menggelar seleksi tim untuk mengikuti Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur.(MI/BAYU ANGGORO)

PDI Perjuangan Jawa Barat menjaring talenta muda pesepak bola dalam seleksi tim Jawa Barat untuk ajang Soekarno Cup 2026. Proses seleksi digelar serentak di dua titik yakni Stadion Si Jalak Harupat untuk wilayah Bandung Raya dan Stadion Patriot Candrabhaga untuk wilayah Bekasi Raya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono, menjelaskan, seleksi ini merupakan komitmen partainya dalam menjalankan pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan.

“Soekarno Cup ini sejatinya adalah liga kampung untuk usia di bawah 17 tahun (U-17). Ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan secara nasional oleh PDI Perjuangan,” ujarnya, seusai membuka Seleksi Banteng Jabar Soekarno Cup di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/5).

Ono menjelaskan, PDI Perjuangan memandang olahraga bukan sekadar olah fisik, melainkan instrumen vital dalam pembentukan karakter bangsa. Berkaca pada rekam jejak sejarah Bung Karno, menurutmya Proklamator tersebut menyatukan bangsa-bangsa dunia lewat Asian Games 1962 dan GANEFO.

Maka dari itu, kata dia, ajang Soekarno Cup inipun diorientasikan untuk menanamkan nilai sportivitas, kepemimpinan, dan semangat gotong royong.

“Mengapa sepak bola? Karena ini adalah olahraga rakyat yang memiliki akar sejarah kuat dan minat publik yang sangat luas. Kompetisi ini juga dilaksanakan dengan mengadopsi nilai-nilai perjuangan Bung Karno,” tambahnya.

Ono melanjutkan, Soekarno Cup pertama kali bergulir di Jakarta pada 2024 dengan menempatkan Bali sebagai juara. Berstatus juara bertahan, Bali kemudian menjadi tuan rumah pada edisi 2025 yang dimenangkan oleh Jawa Timur.

Pada tahun ini, giliran Jawa Timur yang ditunjuk sebagai tuan rumah pada laga yang direncanakan bergulir Agustus 2026 mendatang dengan diikuti oleh 16 provinsi.


Amatir


Untuk komposisi tim Jawa Barat, Ono merinci skuad akan diisi oleh 20 pemain U-17 dan dikombinasikan dengan 5 pemain senior. Seluruh punggawa yang lolos wajib berstatus pemain amatir dan tidak terikat kontrak profesional.

“Intinya semua pemain amatir. Kegiatan ini bukan sekadar mengejar piala, tapi membangun kesadaran bahwa generasi muda perlu dibina untuk persatuan, sportivitas, gotong royong, sekaligus pembinaan karakter,” tegasnya.

Pada hari pertama di Jalak Harupat, tercatat 90 dari 100 pendaftar hadir mengikuti seleksi. Esok hari, seleksi akan bergeser ke wilayah Bekasi Raya dan Bogor Raya dengan target 100 peserta, dari total keseluruhan pendaftar yang mencapai 214 orang.

Ono memproyeksikan, program ini akan dieksplorasi lebih luas pada tahun depan melalui kompetisi di tingkat provinsi yang melibatkan 21 kabupaten/kota di bawah tanggung jawab DPC daerah masing-masing. Target jangka panjangnya pun tidak main-main.

“Kita harapkan mereka bisa menjadi atlet nasional. Saya bahkan berharap PDI Perjuangan ke depan memiliki klub sepak bola sendiri yang mampu bertanding di kancah liga nasional,” katanya.


Tanggung jawab moral


Sementara itu, Manajer Tim Banteng Jabar, Hengky Kurniawan, menyatakan pihaknya sengaja memfokuskan bidikan pada kategori U-17 karena mereka merupakan suksesor masa depan sepak bola Tanah Air.

Ia optimis tim asuhannya mampu berbicara banyak dan membawa pulang trofi kemenangan untuk Jawa Barat.

Hengky menilai, partai politik sudah sepatutnya mengambil tanggung jawab moral dalam membangun masyarakat secara utuh, termasuk lewat jalur olahraga.

“Kami ingin memberikan ruang kreatif bagi anak-anak muda agar terhindar dari kegiatan negatif. Melalui sepak bola, kita bangun mentalitas yang sehat dan tangguh,” tandasnya.

Agenda pembukaan seleksi tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Chaerul Rizky Mantini, serta sejumlah anggota legislatif di antaranya Bayu Satya Prawira, Angie Natesha Goenadi, dan Agung Yudaswara.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *