
ISU tata kelola dan tekanan kinerja keuangan kembali menjadi perhatian di sektor badan usaha milik negara (BUMN), khususnya pada industri telekomunikasi. Dalam konteks tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dinilai perlu memperkuat fundamental bisnis serta menjaga transparansi kepada pemangku kepentingan.
Beberapa isu yang kembali menjadi pembahasan antara lain dugaan manipulasi laporan keuangan periode 2014-2021 senilai Rp5 triliun yang disebut berkaitan dengan investigasi Bursa Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission (SEC). Selain itu, audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per Mei 2026 disebut menyoroti potensi kerugian investasi Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp4,7 triliun dari nilai investasi awal Rp6,4 triliun.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai manajemen Telkom saat ini perlu membedakan secara jelas antara proses hukum yang sedang berjalan dan upaya peningkatan kinerja perusahaan. Ia juga menyoroti adanya penurunan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun dan laba bersih Rp2,1 triliun dalam kurun waktu satu tahun sejak 2025.
“Sudah saatnya kepemimpinan Telkom menarik diri dari kegaduhan masa lalu dan mencurahkan seluruh energi untuk memperkuat fondasi bisnis inti. Fokus saja pada performa harusnya,” ujar Fernando, Sabtu (16/5).
Menurut Fernando, profesionalisme manajemen dapat dilihat dari kemampuan menjaga kinerja perusahaan di tengah berbagai tantangan. Ia mendorong DPR RI untuk mengundang jajaran direksi Telkom dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memperoleh penjelasan mengenai langkah perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis.
“DPR jangan menunda lagi untuk memanggil Telkom. DPR harus mendalami persoalan di tubuh Telkom. Publik perlu tahu sejauh mana langkah konkret kepemimpinan sekarang dalam menyelamatkan fundamental perusahaan,” tambahnya.
Sejumlah perkara hukum yang melibatkan individu tertentu dilaporkan telah masuk ke ranah penegakan hukum, antara lain di KPK, Polri, maupun Kejaksaan. Di tengah proses tersebut, perusahaan diharapkan tetap berfokus pada peningkatan kualitas pendapatan, optimalisasi aset, serta penguatan daya saing di sektor teknologi dan informasi. (Ant/Z-10)
