Semua Jemaah Haji 2026 Kloter Pertama Sudah di Mekah
Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (12/5/2026). Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji jumlah jamaah calon haji Indonesia yang tela(ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/kye)

SEMUA jemaah haji 2026 kloter pertama sudah tiba di Mekah, Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Kota Madinah resmi menuntaskan fase pelayanan jemaah haji reguler gelombang pertama, setelah tiga kelompok terbang (kloter) terakhir diberangkatkan menuju Mekah pada Jumat (15/5/2026). Keberangkatan ini menandai berakhirnya operasional pendorongan jemaah Indonesia dari Kota Nabawi menuju Tanah Haram.

Tiga kloter terakhir tersebut berasal dari Embarkasi UPG 21, KJT 20, dan BTH 14 dengan total sekitar 1.278 jemaah. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, seluruh jemaah terlebih dahulu singgah di Miqat Bir Ali untuk mengambil niat ihram dan melaksanakan salat sunnah.

Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, mengatakan seluruh proses pendorongan jemaah pada hari terakhir berjalan lancar dan terkendali.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan tertib dan sesuai rencana. Hari ini Madinah secara resmi mulai kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama,” kata Khalilurrahman dalam keterangannya, Sabtu (16/5).

Ia juga memastikan jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tetap mendapatkan perhatian penuh dari tim medis. Menurutnya, keluarga di tanah air tidak perlu khawatir karena seluruh jemaah sakit akan diberangkatkan ke Makkah setelah dinyatakan layak jalan oleh dokter.

Meski jumlah jemaah yang diberangkatkan di hari terakhir tidak sebanyak hari-hari sebelumnya, pelayanan petugas tetap dilakukan secara maksimal. Kepala PPIH Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, menegaskan seluruh personel tetap disiagakan penuh hingga keberangkatan terakhir.

Layanan terhadap jemaah lanjut usia dan disabilitas menjadi perhatian utama. Petugas Bir Ali terus mendampingi jemaah lansia, termasuk menyediakan golf car bagi jemaah yang kesulitan berjalan menuju bus.

“Kami ingin jemaah lansia tetap nyaman menjalani proses miqat tanpa harus kelelahan berjalan jauh. Karena itu pendampingan terus kami maksimalkan,” kata Divia.

Cuaca panas juga menjadi perhatian serius petugas. Suhu di Madinah dalam beberapa hari terakhir mencapai 42 derajat Celsius dan diperkirakan akan lebih tinggi di Makkah saat fase puncak haji berlangsung.

Karena itu, jemaah diimbau untuk tidak menunggu haus saat beraktivitas di luar ruangan. Konsumsi air putih secara berkala, penggunaan payung, masker, serta semprotan air menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.

Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga diminta mengatur waktu istirahat dan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu mendesak agar energi tetap terjaga menjelang rangkaian ibadah puncak di Armuzna yang membutuhkan stamina lebih besar.

Sementara itu, berakhirnya operasional gelombang pertama di Madinah tidak berarti tugas pelayanan selesai. Sebagian besar petugas PPIH Daker Madinah kini mulai bergeser menuju Makkah untuk memperkuat layanan jemaah selama fase puncak haji.

Fokus pelayanan jemaah haji 2026 di Madinah, selanjutnya akan diarahkan pada pendampingan jemaah di Armuzna, mulai dari pergerakan menuju Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga layanan di Mina. Usai fase Armuzna selesai, PPIH Daker Madinah akan kembali bersiap menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua yang dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah dan ziarah di Kota Nabi.(H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *