Demonstrasi Unite the Kingdom dan Nakba 78, Polisi London Pakai Teknologi Pengenalan Wajah
Ilustrasi.(Al Jazeera)

KEPOLISIAN Metropolitan London (Met Police) meluncurkan operasi keamanan besar-besaran yang belum pernah terjadi untuk mengantisipasi pecahnya kekerasan dan ujaran kebencian di ibu kota Inggris. Operasi ini bertepatan dengan jadwal dua aksi protes besar yang berlangsung bersamaan dengan hari pertandingan Final FA Cup antara Chelsea dan Manchester City, Jumat (15/5).

Scotland Yard mengerahkan sekitar 4.000 petugas, termasuk 660 personel bantuan dari luar London, untuk menjaga ketertiban umum. Untuk pertama kali, teknologi pengenalan wajah (live facial recognition) dan kewenangan baru untuk menindak ujaran kebencian akan diterapkan secara ketat di lapangan.

Dua Aksi Protes Besar di Jantung London

Pihak berwenang mengidentifikasi dua kelompok massa utama yang akan turun ke jalan dengan rute dan jadwal yang ditentukan secara ketat:

  1. Massa Unite the Kingdom: Dipimpin oleh tokoh sayap kanan Tommy Robinson (Stephen Yaxley-Lennon). Massa diperkirakan mencapai 50.000 orang, berkumpul mulai pukul 11.00 di Kingsway dan memulai long march pukul 13.00 menuju Parliament Square.
  2. Massa Nakba 78 / United Against Tommy Robinson: Digalang oleh Palestine Solidarity Campaign untuk memperingati Hari Nakba sekaligus kontra-protes terhadap kelompok sayap kanan. Sekitar 30.000 orang diperkirakan berkumpul di Exhibition Road mulai pukul 12.00 dengan rute berakhir di Pall Mall.

Peringatan Keras: Polisi menegaskan bahwa orator atau peserta yang menggunakan ujaran kebencian, termasuk konten antisemitisme atau anti-Muslim, akan langsung ditangkap. Slogan-slogan provokatif tertentu telah masuk dalam daftar pengawasan ketat.

Antisipasi Hooliganisme dan Keamanan Ketat

Wakil Asisten Komisaris James Harman menyatakan kekhawatiran atas potensi bergabungnya kelompok hooligan sepak bola ke dalam aksi protes Unite the Kingdom. Mengingat puluhan ribu suporter akan memadati Wembley untuk Final FA Cup, risiko gesekan antarkelompok menjadi prioritas utama kepolisian.

Selain ribuan personel di darat, Met Police juga menyiagakan:

  • Unit polisi bersenjata (Armed police units) dalam posisi siaga.
  • Helikopter dan drone untuk pemantauan udara secara real-time.
  • Unit berkuda, tim anjing pelacak, dan pasukan anti-huru-hara.
  • Teknologi Live Facial Recognition yang ditempatkan di wilayah Camden untuk memantau individu yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Hingga saat ini, sedikitnya tujuh orang dari luar negeri, termasuk komentator politik AS Valentina Gomez dan politisi Belgia Filip Dewinter, dilarang memasuki wilayah Inggris untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut guna menjaga stabilitas keamanan nasional.








Detail Operasi Informasi
Total Personel 4.000 Petugas
Estimasi Massa 80.000 Orang (Total dua aksi)
Teknologi Baru Live Facial Recognition
Batas Waktu Orasi Maksimal pukul 17.30 – 18.00

Seluruh kegiatan aksi diwajibkan berakhir sebelum malam hari untuk memastikan arus suporter sepak bola dari Wembley tidak bersinggungan dengan massa pengunjuk rasa di pusat kota. Kepolisian menegaskan tidak akan menoleransi penyimpangan rute yang telah ditetapkan. (The Standard/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *