
LONJAKAN harga sotong di Kota Batam mulai mempengaruhi pelaku usaha kuliner seafood. Tidak hanya menaikkan harga menu, sejumlah restoran seafood kini mulai mengurangi ukuran porsi untuk menekan biaya operasional yang terus meningkat akibat mahalnya harga bahan baku.
Berdasarkan pantauan di Pasar Ikan Tos 3000 Jodoh dan Pasar Penuin, harga sotong segar saat ini berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram. Harga tersebut naik cukup tajam dibanding awal tahun yang masih berada di level Rp90 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram.
Pedagang seafood menyebut kenaikan terjadi akibat pasokan hasil laut dari nelayan menurun dalam beberapa minggu terakhir. Cuaca laut yang tidak menentu, gelombang tinggi, serta angin kencang membuat banyak nelayan mengurangi aktivitas melaut sehingga stok sotong di pasar menjadi terbatas.
“Kalau kapal sedikit yang masuk, harga langsung naik. Sekarang stok memang susah,” ujar Rizal, 40, pedagang ikan di kawasan Tos 3000, Senin (11/5).
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha restoran seafood di Batam harus mencari cara agar operasional usaha tetap berjalan tanpa membebani pelanggan secara berlebihan. Salah satu langkah yang mulai dilakukan adalah mengurangi ukuran porsi menu sotong dan seafood campuran.
Pemilik restoran seafood di kawasan Nagoya Ayong, 55, mengatakan kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat hampir 40 persen dibanding beberapa bulan lalu.
“Kalau harga menu dinaikkan terlalu tinggi takut pelanggan berkurang. Jadi sebagian menu porsinya sedikit disesuaikan supaya masih bisa dijual dengan harga yang masuk akal,” katanya.
Menurutnya, menu seperti sotong goreng tepung, sotong saus padang, dan seafood platter menjadi yang paling terdampak karena penggunaan bahan bakunya cukup banyak.
Selain mengurangi porsi, beberapa restoran juga melakukan penyesuaian harga secara bertahap. Kenaikan harga menu rata-rata berkisar Rp5 ribu hingga Rp20 ribu per porsi tergantung jenis hidangan dan ukuran seafood yang digunakan.
Pelaku usaha mengaku kondisi saat ini cukup berat karena mereka harus menjaga keseimbangan antara biaya operasional dan daya beli pelanggan. Di sisi lain, restoran seafood di Batam sangat bergantung pada kunjungan wisatawan, terutama saat akhir pekan.
Kenaikan harga seafood bahkan mulai dikeluhkan wisatawan asal Singapura yang rutin datang ke Batam untuk wisata kuliner. Beberapa wisatawan mengaku harga menu seafood kini terasa lebih mahal dibanding kunjungan mereka sebelumnya.
“Biasanya makan seafood di Batam lebih murah dibanding Singapura. Sekarang naik juga, tapi masih lebih terjangkau,” ujar seorang Sherly, 33, wisatawan asal Singapura di kawasan Harbour Bay.
Meski demikian, wisatawan masih ramai mengunjungi restoran seafood di Batam karena pilihan menu yang beragam serta cita rasa khas seafood lokal yang tetap diminati.
Pelaku usaha berharap kondisi cuaca laut segera membaik agar hasil tangkapan nelayan kembali normal sehingga pasokan seafood meningkat dan harga sotong kembali stabil. Mereka khawatir jika harga terus naik dalam waktu lama, daya beli pelanggan akan semakin menurun dan berdampak pada kunjungan ke restoran seafood di Batam. (H-2)
