
MANCHESTER United akan bertandang melawan Sunderland ke Stadium of Light pada lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (9/5) malam pukul 21.00 WIB.
Pelatin interim MU Michael Carrick mengaku kenangan pahit di markas Sunderland masih membekas kuat di ingatannya. Namun kali ini, Carrick dan MU datang dengan situasi berbeda dan target yang jauh lebih tenang.
Empat belas tahun lalu, Carrick menjadi bagian dari skuad Setan Merah yang nyaris menggenggam gelar Liga Primer sebelum mimpi itu direnggut secara dramatis oleh gol telat Sergio Aguero untuk Manchester City ke gawang QPR.
Saat itu, United sudah menuntaskan kemenangan 1-0 atas Sunderland dan menunggu kabar dari Stadion Etihad.
Namun, suasana berubah jadi mimpi buruk ketika City membalikkan keadaan dan merebut trofi dari tangan tim asuhan Sir Alex Ferguson.
“Ya, saya masih ingat itu. Saya belum melupakannya,” kata Carrick dikutip ESPN.
“Itu perasaan yang sangat berbeda. Bahkan bukan saat pertandingan berlangsung, tetapi setelah laga selesai. Saat itu kami belum benar-benar tahu situasinya seperti apa,” lanjutnya.
Kini, Carrick kembali ke Sunderland tanpa tekanan perebutan gelar. MU sudah memastikan tiket Liga Champions musim depan dengan tiga laga tersisa dan bertengger di posisi ketiga klasemen.
Meski demikian, Carrick menegaskan timnya tak akan mengendur saat menghadapi Sunderland yang masih berjuang menutup musim dengan manis untuk bertahan di Liga Primer setelah promosi dari Championship.
“Mereka masih punya banyak hal untuk diperjuangkan,” kata Carrick soal Sunderland.
“Persaingan posisi enam sampai 12 sangat ketat. Selisih poinnya cuma sedikit, jadi mereka jelas masih punya motivasi besar,” sambung mantan gelandang timnas Inggris itu.
Sunderland sendiri tampil cukup mengejutkan musim ini. Klub berjuluk Black Cats mampu bertahan nyaman di papan tengah setelah naik kasta lewat jalur playoff Championship musim lalu.
MU akan menutup musim dengan menghadapi Nottingham Forest dan Brighton. Total 40 pertandingan musim ini menjadi jumlah laga paling sedikit yang dijalani United dalam satu musim selama 111 tahun terakhir.
Situasi itu, ditambah minimnya badai cedera, membuat Carrick relatif konsisten memakai kerangka tim yang sama sejak mengambil alih kursi pelatih. Namun dia membuka peluang memberi menit bermain lebih kepada pemain pelapis di sisa musim.
“Saya pikir semua pemain dalam skuad tampil luar biasa. Memang ada yang bermain jauh lebih banyak dibanding yang lain, dan saya paham itu tidak mudah secara profesional maupun pribadi,” tutup Carrick. (Z-2)
