
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kunci dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional.
“Karena ini nanti memimpin menggantikan kita. Pemimpin masa depan. Kita harus isi mereka dengan hal-hal positif,” kata Amran dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia pada Rabu (6/5).
Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 perwakilan mahasiswa tersebut, Amran menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas generasi sejak dini. Ia menyebut pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan generasi muda.
“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini,” ungkapnya.
Ia juga mendorong anak muda untuk menguatkan nasionalisme dan menjadi penerus dari program pembangunan pertanian. Oleh karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak sekarang untuk melanjutkan pembangunan nasional secara berkelanjutan.
“Anak-anakku, kalian harus percaya diri, kalian hebat. Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda yang menentukan nasib anda. Anda nanti yang melanjutkan perjuangan kita melawan mafia dan pihak yang merugikan bangsa,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut Amran juga menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah disiapkan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai fondasi bagi generasi mendatang, salah satunya pengembangan hilirisasi pertanian. Amran mengungkapkan bahwa potensi hilirisasi sektor pertanian, termasuk komoditas strategis seperti sawit, akan menjadi ruang besar yang kelak dikelola oleh generasi muda.
“Ini sawit untuk generasi muda nanti. 3 juta kita sewa, kita olah, kita hilirisasi, itu nilai tambahnya luar biasa. Nilainya kurang lebih hampir kurang lebih 1.000 triliun nilainya. Dan itu untuk negara, untuk mereka nanti,” tandasnya. (Fal)
