Trump kembali Serang Paus Leo Jelang Kunjungan Rubio ke Roma
Paus Leo XIV.(Al Jazeera)

HUBUNGAN diplomatik antara Gedung Putih dan Vatikan berada di titik terendah yang belum pernah terjadi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV tepat sebelum kunjungan kenegaraan Sekretaris Negara Marco Rubio ke Roma yang bertujuan meredakan ketegangan.

Dalam wawancara radio, Trump menuding pemimpin spiritual 1,4 miliar umat Katolik dunia tersebut memiliki pandangan kebijakan luar negeri yang membahayakan umat Katolik dan banyak orang. Trump bahkan mengeklaim bahwa Paus Leo XIV setuju jika Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini langsung dibantah keras oleh pihak Vatikan.

Respons Tegas Paus Leo XIV

Paus Leo XIV menanggapi pernyataan Trump dengan menegaskan pentingnya kebenaran dalam kritik. Berbicara di luar kediaman kepausan di Castel Gandolfo, Paus menekankan posisi Gereja yang konsisten menolak segala bentuk senjata nuklir.

“Jika ada yang ingin mengkritik saya karena mewartakan Injil, mereka harus melakukannya dengan kebenaran,” ujar Paus Leo XIV. “Selama bertahun-tahun Gereja telah berbicara menentang semua senjata nuklir, jadi tidak ada keraguan di sana.”

Misi Diplomatik Marco Rubio di Tengah Badai

Sekretaris Negara Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan Paus pada Kamis (7/5). Meskipun Rubio mencoba mengecilkan isu keretakan hubungan ini, ia mengakui ada dinamika yang berkembang sejak pertemuan tersebut direncanakan.

Beberapa poin utama dalam agenda pertemuan Rubio di Vatikan meliputi:

  • Pembahasan mengenai situasi di Afrika pascakunjungan Paus baru-baru ini.
  • Masalah distribusi bantuan kemanusiaan di Kuba.
  • Kekhawatiran global mengenai kebebasan beragama.

Rubio juga mencoba mengklarifikasi pernyataan Trump dengan menyebut bahwa kekhawatiran Presiden sebenarnya berfokus pada ancaman senjata nuklir Iran terhadap wilayah-wilayah yang memiliki populasi umat Kristiani yang besar.

Sentimen Publik dan Dampak Politik

Kritik langsung seorang Presiden AS terhadap Paus adalah hal yang sangat jarang terjadi dalam sejarah diplomasi. Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari Washington Post-ABC News-Ipsos, sekitar 60% warga Amerika memberikan reaksi negatif terhadap klaim Trump mengenai posisi Paus terhadap nuklir Iran.

Sebaliknya, 66% warga Amerika bereaksi positif terhadap seruan Paus Leo XIV yang meminta masyarakat untuk mendesak Kongres bekerja demi perdamaian dan menolak peperangan. Ketegangan ini juga memicu perpecahan di kalangan umat Katolik konservatif di Amerika Serikat, terutama setelah Trump melabeli Paus kelahiran Chicago tersebut lemah dalam kejahatan pada April lalu.

Perspektif Diplomatik: Duta Besar AS untuk Takhta Suci, Brian Burch, menyatakan bahwa perbedaan pendapat antarnegara adalah hal yang wajar. Ia menekankan bahwa kunjungan Rubio dilakukan dalam semangat dialog otentik untuk memahami posisi masing-masing pihak di tengah ketegangan yang meningkat.

Hingga saat ini, dunia internasional menantikan hasil pertemuan Kamis untuk melihat apakah diplomasi Rubio mampu menstabilkan hubungan antara Washington dan Takhta Suci atau justru memperlebar jarak di tengah konflik global yang kian kompleks. (The Washington Post/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *