Keluhkan Kelangkaan Solar, Ratusan Sopir Truk Geruduk DPRD Balikpapan
Demo sopir truk di Balikpapan usai pembatasan solar.(MI/Ervan Masbanjar)

RATUSAN sopir truk mengeruduk atau mendatangi ramai-ramai kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5). Aksi tersebut untuk menyampaikan aspirasi kesulitan mereka akhir-akhir ini untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar, dan dinilai sangat langka di seluruh SPBU Balikpapan. Aksi penyampaian pendapat oleh sejumlah komunitas sopir truk bersama ratusan armadanya yang dilaksanakan sejak pagi hari di kawasan Jalan Sudirman, Balikpapan tersebut, sempat menimbulkan kemacetan panjang di salah satu jalur utama kota Balikpapan ini. Penyampaian aspirasi para sopir truk tersebut diarahkan menjadi Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara perwakilan sopir dengan anggota DPRD Kota Balikpapan. 

Pantauan di lapangan ada sekitar lebih kurang 180 unit truk berasal dari enam komunitas ikut dalam aksi ini. Akibat menimbulkan kemacetan, terlihat sejumlah anggota Polresta Balikpapan sibuk mengatur agar arus transportasi tetap berjalan. Aksi tersebut sempat terjadi adu argumentasi antara perwakilan sopir dan Kapolresta Balikpapan, Kombes Jerrold Kumontoy, karena dipicu pada kesepakatan awal mengenai teknis kehadiran peserta aksi, karena banyak armada truk yang ikut unjuk rasa mengakibatkan terjadinya kepadatan lalu lintas.

Polresta Balikpapan telah memfasilitasi transportasi bagi massa aksi agar tidak membawa kendaraan besar ke lokasi. Namun faktanya para sopir tetap membawa truknya masing-masing.

“Kesepakatan awal peserta datang tanpa membawa armada masing-masing guna menghindari gangguan lalu lintas. Namun, sebagian sopir tetap bersikeras menggunakan kendaraan mereka,” jelas Kapolresta.

Diakuinya, memang tadi sempat terjadi adu argumentasi karena mereka ingin tetap membawa armada. Padahal sebelumnya sudah disepakati tidak menggunakan kendaraan sebagai media penyampaian pendapat. Meskipun sempat adu argumentasi, namun situasi tetap terkendali setelah dilakukan komunikasi intensif dengan perwakilan komunitas. Pihaknya pun telah melakukan penataan kendaraan di sekitar lokasi sehingga kelancaran aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Diungkapkannya, untuk mengamankan jalannya aksi para sopir tersebut, pihaknya telah mengerahkan sedikitnya 244 personel, dengan sistem pengamanan berlapis, untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan ketertiban umum, dan penyampaian pendapat ini tetap berjalan.

“Kami juga memastikan jalur umum tetap bisa digunakan meskipun terjadi kepadatan. Kami juga mengimbau seluruh peserta untuk mematuhi arahan petugas dan menjaga situasi tetap kondusif,” pintanya. 

Ia berharap, dalam pelaksanaan penyampaian aspirasi ini, tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan lain yang dapat memicu tindakan anarkis.

“Kami harapkan kegiatan ini segera selesai melalui RDP, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan kondusif,” pungkasnya. (EM/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *