
STRAVA, platform digital terkemuka untuk gaya hidup aktif, secara resmi mengumumkan penambahan “Terapi Fisik” sebagai jenis aktivitas baru di aplikasinya. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi lebih dari 195 juta pengguna global dalam mencatat proses pemulihan, pencegahan cedera, hingga rehabilitasi secara lebih terstruktur.
Selama ini, pelacakan kebugaran digital cenderung berfokus pada performa puncak. Namun, Strava menyadari bahwa cedera dan fase pemulihan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan setiap individu yang aktif.
Dengan hadirnya fitur ini, pengguna kini dapat mengintegrasikan sesi terapi fisik bersamaan dengan aktivitas rutin lainnya seperti lari, bersepeda, jalan kaki, hingga berenang.
Komitmen pada Pemulihan yang Komprehensif
Penambahan fitur Terapi Fisik ini melengkapi lebih dari 50 jenis aktivitas yang sudah tersedia di platform Strava, termasuk yoga, latihan beban, dan pilates. Pembaruan ini juga memperkuat ekosistem Strava yang mencakup aplikasi Recover Athletics untuk latihan mobilitas dan kekuatan, serta penggunaan tag aktivitas Recovery untuk membedakan sesi intens dengan pemulihan ringan.
Berikut adalah ringkasan data dan cakupan layanan Strava berdasarkan pembaruan terbaru:
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Jumlah Pengguna | Lebih dari 195 Juta |
| Jangkauan Global | Lebih dari 185 Negara |
| Total Jenis Aktivitas | Lebih dari 50 Jenis (Termasuk Terapi Fisik) |
| Fitur Pendukung | Recover Athletics, Tag Recovery, Rehabilitasi Terstruktur |
Pentingnya Motivasi di Masa Sulit
Chief Product Officer Strava, Matt Salazar, menekankan bahwa proses bangkit dari cedera sering kali terasa lebih berat secara mental dibandingkan latihan biasa. Strava ingin memastikan bahwa setiap kemajuan kecil dalam fase rehabilitasi tetap mendapatkan apresiasi yang layak.
“Keseimbangan antara aktivitas, pemulihan, dan rehabilitasi telah menjadi bagian dari Strava untuk membantu pengguna tetap termotivasi dengan aman. Dengan hadirnya Terapi Fisik, pengguna dapat mendokumentasikan proses mereka dan berkata, ‘Saya hadir hari ini, saya menjalani prosesnya, dan saya terus membuat kemajuan,'” ujar Salazar.
Ia menambahkan bahwa fitur-fitur di Strava dirancang untuk membangun kebiasaan jangka panjang. Oleh karena itu, fase pemulihan harus dianggap sama pentingnya dengan pencapaian rekor pribadi (Personal Record) baru.
Melalui pembaruan ini, Strava memposisikan diri bukan sekadar sebagai alat pencatat statistik olahraga, melainkan sebagai ruang bagi komunitas global untuk berkembang bersama dalam segala kondisi fisik, baik saat berada di puncak performa maupun saat sedang berjuang untuk pulih kembali. (Z-1)
