
DUEL klasik antara AC Milan dan Juventus di San Siro berakhir dengan skor kacamata 0-0. Meski gagal meraih poin penuh di kandang, pelatih Rossoneri, Max Allegri, menilai hasil imbang tersebut adalah pencapaian yang patut disyukuri demi mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Pertandingan berjalan sangat taktis dengan tensi tinggi. Milan sempat mengancam lewat tendangan Alexis Saelemaekers yang membentur mistar gawang, sementara gol Khephren Thuram untuk Juventus dianulir karena offside. Hasil ini memperpanjang catatan mandul Milan yang gagal membobol gawang Juve dalam enam pertemuan terakhir di Serie A.
Melangkah Menuju Target
Allegri menegaskan fokus utama timnya saat ini adalah konsistensi mengumpulkan poin. Tambahan satu poin ini membuat Milan kini hanya membutuhkan enam poin lagi untuk mengunci posisi di empat besar secara matematis.
“Ini adalah pertandingan taktis yang sangat seimbang dengan banyak hal yang dipertaruhkan. Kami memiliki beberapa situasi, begitu juga dengan Juventus,” ujar Allegri kepada DAZN Italia. “Kami bisa puas dengan poin ini, karena memungkinkan kami mengambil langkah kecil lainnya ke depan. Kami sekarang secara matematis hanya terpaut enam poin dari target kami.”
Pembelaan untuk Pulisic dan Catatan untuk Leao
Salah satu sorotan tajam dalam laga ini adalah performa lini depan Milan. Christian Pulisic kini menyamai rekor terburuknya dengan gagal mencetak gol dalam 16 laga beruntun, catatan kelam yang pernah ia alami di Chelsea pada 2022. Sepanjang tahun 2026 ini, pemain berjuluk Captain America tersebut belum menyumbang satu gol pun.
Allegri mengakui paceklik gol ini mulai membebani mental sang pemain.
“Christian adalah pria yang sangat sensitif dan kekeringan gol ini memukulnya lebih keras. Saya sadar dia tidak sepenuhnya cocok dengan peran (tanpa penyerang tengah) ini. Namun tenang saja, pada akhir musim Pulisic pasti akan memberikan kontribusinya,” ungkap sang pelatih.
Di sisi lain, Allegri memberikan pujian sekaligus “peringatan” bagi Rafael Leao. Meski menganggap laga melawan Juventus sebagai salah satu performa terbaik Leao musim ini, Allegri menyebut inkonsistensi adalah bagian dari karakter bermain bintang asal Portugal tersebut.
“Rafa bermain bagus malam ini. Namun, Anda tidak bisa mengharapkan pemain seperti dia untuk tampil sangat konsisten. Dia tidak pernah seperti itu, bahkan empat atau lima tahun lalu, karena dia hanya ‘menyala’ di saat yang tepat,” jelasnya.
Evaluasi Teknis
Meski puas dengan pertahanan timnya yang solid dalam meredam serangan balik Juventus, Allegri mencatat adanya kekurangan dalam akurasi umpan. Ia berharap timnya bisa tampil lebih klinis pada laga berikutnya melawan Sassuolo untuk segera memastikan tempat di kompetisi tertinggi Eropa. (Football-Italia/Z-2)
