
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan peninjauan langsung ke pabrik genting di kawasan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (14/4). Langkah itu sebagai bagian dari upaya mendukung program “gentingnisasi” yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penggunaan material lokal dalam program perumahan.
Maruarar Sirait menegaskan bahwa pelaksanaan program gentengnisasi harus tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dan tata kelola yang berlaku.
“Pelaksanaan program gentengnisasi ini harus sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Kita ingin program ini tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Menteri yang akrab disapa Ara itu.
Ara menjelaskan, peninjauan ke Plered dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaku UMKM genting lokal dalam mendukung kebutuhan program perumahan, khususnya BSPS di Jawa Barat.
“Hari ini kita berada di pabrik genting Plered untuk melihat langsung kesiapan UMKM genting lokal. Kita ingin memastikan mereka siap dari sisi produksi, kualitas, dan distribusi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Ara memaparkan potensi besar program ini dalam menggerakkan ekonomi daerah. Tahun ini pelaksanaan BSPS di Jawa Barat sebanyak 40.000 unit. Satu unit rumah membutuhkan kurang lebih 300 unit genteng. Jika menggunakan genting lokal dengan harga sekitar Rp2.300 per unit, maka potensi perputaran ekonomi bisa mencapai sekitar Rp27,6 miliar untuk UMKM genting lokal.
Ara juga menambahkan bahwa potensi penggunaan genting lokal tidak hanya berasal dari program BSPS, tetapi juga dari rumah subsidi.
“Untuk rumah subsidi di Jawa Barat, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 62.591 unit, dengan kebutuhan sekitar 730 unit genting per unit rumah. Tahun ini kita dorong seluruh rumah subsidi di Jawa Barat untuk menggunakan genting lokal,” tegasnya.
Menurutnya, langkah ini menjadi strategi konkret untuk mendorong UMKM naik kelas melalui program pemerintah. “Kita doakan UMKM genting lokal bisa naik kelas melalui program gentingnisasi ini, karena skalanya besar dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian PKP dalam mendorong program gentingnisasi yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
“Kami mengapresiasi Menteri PKP atas program gentingnisasi ini. Penggunaan produk genting dari UMKM lokal Jawa Barat akan sangat membantu meningkatkan ekonomi daerah,” kata Dedi Mulyadi.
KDM juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. “Kami siap membantu mempermudah perizinan produksi genting serta mendorong peningkatan kesejahteraan, termasuk upah bagi para buruh genting di Jawa Barat,” ungkapnya.
Sementara, James Riady menyampaikan dukungan konkret dari sektor swasta. “Untuk mendukung dan memulai program gentingnisasi ini, hari ini kami memesan sebanyak 44.000 buah genteng untuk kebutuhan perumahan Hunian Warisan Bangsa dari Lippo Group,”kata James Riady.
Melalui langkah ini, Kementerian PKP berharap program gentingnisasi tidak hanya mempercepat penyediaan hunian layak, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan industri bahan bangunan lokal dan kesejahteraan masyarakat.(RZ/E-4)
