
KEPALA Staf Gabungan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa operasi gabungan AS-Israel di Iran bukanlah “misi semalam” dan memperkirakan adanya kerugian tambahan di pihak AS. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Pentagon, Selasa.
“Kami akan berupaya meminimalkan kerugian AS, tetapi seperti yang dikatakan sekretaris jenderal, ini adalah operasi tempur besar,” ujar Caine.
Korban Militer ASOperasi militer Korban militer AS Konflik Timur Tengah Serangan gabungan AS-Israel Strategi militer
Sebelumnya dilaporkan bahwa empat anggota militer AS tewas dalam operasi ini. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pertahanan AS Hegseth menegaskan bahwa serangan terhadap Iran dilakukan secara tepat sasaran dan dahsyat, namun operasi ini tidak akan berubah menjadi perang tanpa akhir.
Hegseth juga mengakui bahwa operasi ini memang akan melibatkan korban jiwa, dan mendesak warga Iran untuk memanfaatkan “kesempatan luar biasa” yang disebut sebagai pesan dari Presiden Donald Trump, yang menekankan bahwa “sekarang adalah waktu Anda.”
Selain itu, Hegseth menyampaikan peringatan kepada pasukan keamanan Iran untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya dengan hati-hati, sekaligus menekankan bahwa Washington berkomitmen pada strategi militer yang terukur. (Aljazeera/P-3)
