
PELATIH sementara Arema FC, Andre Caldas, memberikan instruksi tegas kepada anak asuhnya untuk tampil maksimal dalam laga lanjutan BRI Super League 2026/2027. Tim berjuluk Singo Edan dijadwalkan menjamu Dewa United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Minggu (25/10) pukul 15.30 WIB.
Dalam sesi konferensi pers di Kota Malang, Sabtu (24/10), Andre menekankan bahwa bermain untuk klub sebesar Arema FC menuntut tanggung jawab moral yang tinggi. Ia meminta para pemain tidak gentar menghadapi tekanan, terutama di hadapan pendukung sendiri.
“Mereka yang mengenakan seragam klub besar dan memiliki suporter yang banyak harus benar-benar memahami tanggung jawab tersebut,” tegas Andre Caldas.
Misi Memutus Tren Negatif
Pertandingan melawan Dewa United menjadi momentum krusial bagi Arema FC untuk mengakhiri periode kelam. Saat ini, Singo Edan terjebak dalam catatan lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan, dengan rincian tiga hasil imbang dan dua kekalahan.
Puncak keterpurukan terjadi pada laga sebelumnya, di mana Arema dipaksa menyerah dengan skor telak 1-5 dari Persija Jakarta. Hasil memilukan tersebut berujung pada pemecatan pelatih kepala Marcos Santos, yang kemudian posisinya diisi sementara oleh Andre Caldas.
Andre mengaku telah melakukan evaluasi mendalam bersama seluruh staf pelatih dan pemain dalam dua hari terakhir. Ia menjanjikan perubahan gaya main yang lebih berani dibandingkan laga-laga sebelumnya.
- Kalah 1-5 vs Persija Jakarta
- Imbang
- Imbang
- Kalah
- Imbang
Instruksi Bermain Agresif
Menghadapi Dewa United, Andre Caldas menginstruksikan timnya untuk mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Ia tidak ingin Arema FC hanya bermain menunggu atau terlalu fokus pada pertahanan, mengingat status mereka sebagai tuan rumah.
“Kami harus menunjukkan mentalitas. Kami tidak boleh hanya berfokus pada pertahanan, apalagi besok pertandingan kandang. Kami harus menunjukkan semangat juang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andre menekankan pentingnya penguasaan bola dan keberanian dalam melakukan penetrasi. Ia berharap kepercayaan diri pemain pulih agar skema permainan agresif yang ia siapkan dapat berjalan efektif di lapangan.
Menutup pernyataannya, pelatih asal Portugal tersebut mencoba membakar semangat para pemain dengan istilah yang sudah ia pelajari selama berada di tanah air. “Saya sudah belajar kata-kata ini di Indonesia: semangat, semangat, dan semangat,” pungkasnya. (Ant/I-1)
