
GANDA putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, sukses mengamankan tiket ke babak semifinal Prancis Terbuka 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menumbangkan pasangan Jepang, Hinata Suzuki/Nao Yamakita, melalui pertarungan sengit tiga gim dengan skor 18-21, 21-16, dan 21-16 di Paris, Sabtu (24/10) dini hari WIB.
Rachel/Febi, yang datang sebagai unggulan kelima, sempat mengalami kesulitan di gim pertama. Meski sempat memimpin, mereka kehilangan momentum setelah interval dan harus merelakan gim pembuka kepada lawan. Namun, pasangan muda Indonesia ini mampu bangkit dan memperbaiki pola permainan pada dua gim berikutnya.
Bangkit dari Tekanan
Rachel Allessya Rose mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan ini, terutama karena hasil ini jauh lebih baik dibandingkan turnamen pekan sebelumnya di mana mereka terhenti di babak kedua. Ia mengakui bahwa faktor mental menjadi tantangan terbesar dalam laga melawan Suzuki/Yamakita.
“Senang banget bisa ke semifinal karena minggu lalu kami kalah di babak kedua, tapi di sini bisa melaju lebih jauh. Tidak bisa bohong, kami agak gugup dan tegang tadi, tetapi bersyukur bisa mengatasinya di akhir-akhir gim ketiga,” ujar Rachel.
Menurut Rachel, pasangan Jepang tersebut memiliki variasi permainan net yang sangat baik dan serangan yang kuat. Namun, pada poin-poin kritis di gim penentuan, Rachel/Febi memilih untuk kembali ke pola permainan yang terbukti efektif menghasilkan angka bagi mereka.
Febi Setianingrum menambahkan bahwa kunci kemenangan mereka adalah keberanian untuk bermain lebih menyerang setelah kehilangan gim pertama. “Kami agak kehilangan arah setelah interval gim pertama. Setelah itu, kami coba lebih banyak bermain menyerang dan itu yang membuat kami banyak mendapat poin,” jelas Febi.
Tantangan Berat di Semifinal
Di babak semifinal nanti, Rachel/Febi sudah ditunggu oleh lawan tangguh yang merupakan unggulan pertama asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Febi menegaskan bahwa fokus dan kepercayaan diri akan menjadi modal utama menghadapi pasangan senior tersebut.
“Lawan Yuki/Mayu besok di semifinal, kami harus lebih percaya diri dan menyiapkan lagi fokus pikiran,” tegas Febi.
Fadia/Tiwi Terhenti
Sayangnya, keberhasilan Rachel/Febi tidak diikuti oleh ganda putri Indonesia lainnya, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi. Langkah Fadia/Tiwi harus terhenti di babak perempat final setelah kalah dari lawan yang sama yang akan dihadapi Rachel/Febi di semifinal, yakni Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.
Fadia/Tiwi menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 18-21. Fadia mengakui bahwa masalah konsistensi masih menjadi kendala utama mereka di lapangan. “Saat sudah mengejar, poinnya sama, atau bahkan sempat unggul, kami kurang konsisten dalam pola permainan. Jadi, terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri,” ungkap Fadia.
Senada dengan Fadia, Tiwi menyoroti penurunan fokus saat terjadi reli panjang yang sering kali merugikan mereka. Kegagalan ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi mereka sebelum bertolak ke turnamen berikutnya, Hylo Open. “Hasil di Prancis Terbuka ini kami jadikan motivasi lebih untuk Hylo Open nanti,” pungkas Tiwi. (Dhk/I-1)
