
KEMENTERIAN Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing terus memantau secara intensif perkembangan situasi serta keamanan warga negara Indonesia (WNI), menyusul peristiwa gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang wilayah Tibet, Tiongkok, pada Kamis (22/10) malam waktu setempat.
“Berdasarkan catatan KBRI Beijing, sejauh ini belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak gempa tersebut,” ujar Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, dikutip dari Antara, Sabtu (24/10).
Sebagai langkah antisipasi, KBRI Beijing langsung menyebarluaskan informasi pemutakhiran situasi gempa serta imbauan kewaspadaan keamanan kepada seluruh simpul WNI di wilayah akreditasi melalui platform komunikasi digital Weixin atau WeChat.
Pemerintah Indonesia juga membuka akses darurat bagi WNI di kawasan terdampak yang memerlukan evakuasi atau bantuan mendesak agar segera menghubungi sambungan hotline KBRI Beijing pada nomor +86-186-1045-5488 melalui aplikasi WeChat.
Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,0 tersebut menghantam kawasan Prefektur Nagqu, Tibet, dengan pusat gempa berada di area pegunungan terpencil yang berjarak sekitar 190 kilometer dari pusat Kota Nagqu.
Berdasarkan laporan resmi otoritas setempat hingga Jumat, musibah tersebut memicu jatuhnya korban jiwa sebanyak 16 orang dan 46 warga mengalami luka-luka. Selain itu, tercatat sebanyak 339 unit rumah penduduk serta 20 bangunan kandang ternak dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga roboh.
Sebagai respon cepat, pemerintah daerah setempat telah mengerahkan lebih dari 1.600 personel gabungan untuk misi pencarian, penyelamatan, serta penanganan darurat korban, sekaligus menyalurkan logistik bantuan kemanusiaan ke titik-titik isolasi di wilayah terdampak.
(Ant/P_4)
