
RATUSAN personel gabungan tim satuan tugas (satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Jambi terus berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS). Meski telah berlangsung selama sebulan lebih, upaya pemadaman total masih terkendala oleh medan yang berat dan terbatasnya sumber air.
Komandan Satgas Karhutla Jambi sekaligus Gubernur Jambi, Al Haris, mengakui tantangan besar yang dihadapi tim di lapangan. Menurutnya, terdapat beberapa faktor utama yang menghambat akselerasi pemadaman di kawasan TNBS yang membentang antara Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan tersebut.
“Karakteristik lahan di TNBS didominasi gambut, ditambah sulitnya medan yang harus ditempuh personel menuju titik api. Cuaca juga tidak bersahabat dengan tiupan angin kencang dan sulitnya mencari sumber air,” ujar Al Haris saat meninjau lokasi pemadaman di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kamis (22/10).
Selain kendala fisik di lapangan, pekatnya kabut asap juga membatasi jarak pandang (visibility), yang berdampak serius pada operasi pemadaman udara. Al Haris menyebutkan bahwa beberapa kali helikopter water bombing tidak dapat beroperasi karena kondisi penerbangan yang tidak aman.
“Teman-teman dari Manggala Agni, TNI, Polri, hingga relawan masyarakat peduli api masih terus berjuang. Semangat mereka luar biasa di lokasi,” tambahnya. Saat ini, fokus penanganan diarahkan pada kawasan TNBS wilayah Jambi serta penebalan personel di Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam yang berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.
Manggala Agni Pertebal Personel
Guna mengoptimalkan pemadaman, pasukan Manggala Agni di bawah Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Balai Dalkarhut) Wilayah Sumatera menambah kekuatan personel. Koordinator Wilayah Manggala Agni Jambi, Rinaldi, mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 104 personel, termasuk bantuan dari Manggala Agni Riau, telah dikerahkan.
Para personel tersebut disebar ke delapan titik api krusial di kawasan TNBS dan Tahura OKH, meliputi:
- Kawasan Tahura OKH di daerah Tanjung, Gedong Karya, dan Desa Seponjen (Muaro Jambi).
- Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang (Tanjung Jabung Timur).
- Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak (17 personel).
- Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu, khususnya di Dusun Sungai Kapas dan Dusun Labuhan yang berbatasan dengan lahan PT Indo Kebun Lestari (IKL).
- Sungai Cemara, Desa Air Hitam Laut, dan Desa Sungai Rambut.
Kepala Daops Manggala Agni Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, menambahkan bahwa sinergi di lapangan tidak hanya melibatkan aparat, tetapi juga masyarakat, pemerintah desa, hingga pihak korporasi. Bantuan berupa alat berat dikerahkan untuk membuat sekat bakar dan mencuci parit sebagai upaya penampungan air guna mempercepat proses pemadaman. (H-2)
