
PEMERINTAH Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Kesehatan tengah mempercepat rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru. Langkah ini diambil untuk memulihkan fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi berupa banjir dan gempa pada November 2025 lalu.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Mursal, menyatakan bahwa proyek perbaikan ini didanai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) dengan total anggaran sebesar Rp400 juta. Nilai tersebut sudah mencakup biaya perencanaan hingga pengawasan pembangunan.
“Rehab karena akibat banjir kemarin dan ada juga gempa di sini. Jadi kami rehab bangunannya menggunakan dana TKD sejumlah uangnya Rp400 juta. Itu sudah termasuk perencanaan dan pengawasannya,” ujar Mursal saat meninjau lokasi bersama Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon dan perwakilan Kemendagri, Jumat (23/10).
Hingga 7 Oktober 2026, progres fisik rehabilitasi telah mencapai 56 persen. Pekerjaan difokuskan pada perbaikan plafon, atap seng, pagar, serta pemasangan lantai granit. Mursal menargetkan fasilitas ini dapat kembali beroperasi penuh pada awal November mendatang.
Selama masa perbaikan, layanan medis bagi sekitar 67 kepala keluarga di Desa Kayu Menang dialihkan sementara ke Puskesmas Kuala Baru. Setelah rampung, Pustu Kayu Menang akan dilengkapi dengan furnitur baru dan tandon air untuk menunjang pelayanan standar bagi masyarakat setempat.
Secara luas, rehabilitasi ini merupakan bagian dari percepatan pemanfaatan alokasi TKD Aceh Singkil sebesar Rp21,4 miliar untuk pemulihan pascabencana. Hingga saat ini, realisasi penggunaan dana TKD di kabupaten tersebut telah mencapai 31,68 persen atau sekitar Rp6,78 miliar.
Pemulihan Pustu Kayu Menang diharapkan mampu memperpendek jarak akses kesehatan bagi warga desa, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kecamatan untuk mendapatkan layanan medis dasar. (Z-10)
