Trump Sebut Elon Musk Kembali Pulihkan Akses Starlink untuk Ukraina
Prajurit Ukraina Memasang Starlink.(PBS)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan miliarder Elon Musk telah memulihkan akses internet Starlink untuk Ukraina. Sebelumnya, pembatasan akses jaringan satelit tersebut sempat menghambat aktivitas dan operasi pasukan bersenjata Kyiv.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa konektivitas ke jaringan kelas militer Starshield, yang disokong sistem satelit Starlink milik SpaceX, belum sepenuhnya pulih.

Trump enggan memberikan jawaban pasti saat ditanya mengenai laporan yang menyebut dirinya telah menelepon Musk untuk meminta pencabutan pembatasan layanan tersebut. Namun, ketika ditegaskan mengenai hal itu, Trump menjawab singkat, “Intinya, dia sudah mengembalikannya.”

Pembatasan konektivitas ini terjadi di tengah tekanan yang diberikan pemerintahan Trump kepada Zelensky agar menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Trump menilai serangan-serangan tersebut menjadi penyebab melonjaknya harga minyak.

Sistem Starlink yang dimiliki oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk menjadi sarana vital bagi Ukraina. Negara tersebut bergantung pada jaringan ini untuk berbagai komunikasi medan perang serta sistem peringatan dini saat terjadi serangan rudal Rusia.

Sebelumnya pada Kamis, Zelensky mengonfirmasi kecepatan sistem yang digunakan militer Ukraina belum sepenuhnya kembali normal.

“Kecepatannya belum dipulihkan ke 400 [km/jam],” kata Zelensky dalam sebuah konferensi pers. “Kami sedang mengupayakannya.”

Ia menambahkan, “Saya sedang menunggu kabar dari Menteri Luar Negeri AS [Marco] Rubio. Dia berjanji akan memberi saya informasi dalam kurun waktu sekitar 48 jam.”

Pernyataan Presiden Ukraina tersebut disampaikan tak lama sebelum surat kabar Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump menelepon Musk dan memintanya mencabut pembatasan Starlink di Ukraina. Menurut pejabat yang dikutip media tersebut, Trump merasa frustrasi karena kecepatan sistem Starlink masih dibatasi di kisaran 160 km/jam, yang membuat drone ofensif dan pencegat milik Ukraina tak berdaya menghadapi serangan Rusia.

Wall Street Journal melaporkan sistem tersebut mulai beroperasi lebih normal pada Kamis, tak lama setelah percakapan tersebut.

Sebelumnya, Elon Musk membantah berada di balik perlambatan akses tersebut. Minggu lalu, Musk menyatakan bahwa pemerintah AS pada akhirnya memegang kendali atas akses Starshield, yakni versi kelas militer dari Starlink yang digunakan Ukraina untuk sebagian operasinya. Musk menyebut sistem itu dirancang untuk Pentagon, sehingga mengindikasikan bahwa pembatasan mungkin berasal dari pihak tersebut.

Di sisi lain, pihak Gedung Putih berulang kali menegaskan mereka tidak pernah memerintahkan pembatasan akses jaringan Starlink untuk Ukraina. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *