Mulai 1 Januari 2027, Pramono Bebaskan Tarif Transportasi Publik bagi Pencari Kerja di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung(MI/Farhan)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan fasilitas transportasi publik gratis bagi pencari kerja di Jakarta mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini dihadirkan untuk meringankan beban biaya mobilitas masyarakat yang tengah mencari pekerjaan.

“Secara khusus Pemerintah DKI Jakarta nanti mulai per 1 Januari, bagi siapa pun pencari kerja di Jakarta akan kita masukkan dalam golongan yang digratiskan,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Kebijakan tersebut disampaikannya saat membuka ajang Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 yang dihelat oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Kegiatan itu melibatkan sekitar 100 perusahaan, termasuk badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan swasta, dengan total 12.000 lowongan pekerjaan.

Antusiasme pencari kerja terlihat dari jumlah lamaran yang masuk secara daring. Hingga acara dibuka, tercatat sekitar 28.484 lamaran telah diajukan melalui kanal online. Jumlah tersebut belum termasuk pelamar yang datang langsung ke lokasi.

“Kurang lebih ada seratus perusahaan dan kemudian ada 12.000 lowongan pekerjaan. Mudah-mudahan, walaupun tentunya tidak bisa memenuhi semua harapan karena baru dibuka hari ini saja, tadi sudah mendapatkan laporan yang melalui online kurang lebih 28.484 lamaran melalui online,” ujarnya.

Pramono mengakui bahwa penurunan tingkat pengangguran di Jakarta, yang sebelumnya di kisaran 6% kini turun menjadi 5,79%, belum sepenuhnya tuntas menjawab tingginya kebutuhan warga terhadap lapangan pekerjaan.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai perlu ada upaya lanjutan untuk memperluas akses kerja sekaligus mengurangi beban pencari kerja.  Salah satunya melalui pembebasan tarif transportasi publik bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Menurutnya, inisiatif penggratisan tarif transportasi publik ini lahir dari pemahaman bahwa pencari kerja membutuhkan mobilitas untuk mendatangi berbagai lokasi seleksi dan wawancara.  Biaya transportasi menjadi salah satu pengeluaran yang harus ditanggung selama proses tersebut.

“Saya membayangkan siapa pun di ruangan ini, di tempat ini, pasti pernah mencari kerja. Naik turun transportasi publik yang ada di Jakarta, dan untuk itu secara khusus kami akan menggratiskan siapa pun yang mencari kerja di Jakarta,” tandasnya. (P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *