
DAMPAK kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, semakin parah. Hingga kini, sebanyak 112 desa/kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan terdampak kekeringan. Dengan demikian, hanya dua kecamatan yang belum mengalami dampak kekeringan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, jumlah desa/kelurahan terdampak bertambah 15 dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 97 desa/kelurahan.
Perluasan wilayah terdampak tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat semakin mendesak. BPBD Banyumas terus melakukan distribusi air bersih untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dalam sepekan ini kekeringan semakin meluas. Sekarang sudah ada 112 desa/kelurahan di 25 kecamatan yang terdampak. Berarti sisa dua kecamatan yang belum terdampak,” ujar Ladjis.
Berdasarkan pendataan BPBD Banyumas, jumlah warga yang terdampak mencapai 92.760 jiwa atau 26.025 kepala keluarga (KK). Mereka masih membutuhkan bantuan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sampai sekarang, BPBD Banyumas telah menyalurkan sebanyak 8.415.000 liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak. Pengiriman dilakukan secara bertahap dan rutin sesuai kebutuhan masyarakat.
Abdul menyebut Kecamatan Cilongok dan Sumpiuh menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak. Masing-masing kecamatan memiliki 10 desa yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Tahun ini memang harus lebih ekstra untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Setiap pagi kami sudah mulai melakukan dropping air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Banyumas telah melaksanakan 1.670 ritase pengiriman air bersih. Distribusi tersebut masih terus dilakukan seiring bertambahnya wilayah terdampak dan tingginya kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penambahan 15 desa/kelurahan hanya dalam satu hari menunjukkan bahwa dampak kekeringan di Banyumas masih terjadi.
“BPBD terus berupaya menjaga ketersediaan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi,” tambahnya. (LD)
