
UTUSAN Khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, dijadwalkan bertolak ke Norwegia pada Selasa untuk melakukan pembicaraan krusial dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Pertemuan yang berlangsung di Oslo ini bertujuan untuk menyusun kerangka kerja negosiasi guna mengakhiri konflik dengan Rusia.
Berdasarkan laporan media lokal yang mengutip pejabat Amerika Serikat, pertemuan di Oslo tersebut tidak hanya melibatkan Zelensky, tetapi juga sejumlah tokoh penting lainnya, termasuk Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, perwakilan dari kelompok E4 Uni Eropa (Inggris, Prancis, Jerman, dan Polandia), serta perwakilan dari NATO.
Koordinasi Usulan Komprehensif
Fokus utama dari pembicaraan ini adalah mengoordinasikan usulan komprehensif yang diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi dimulainya kembali negosiasi formal dengan pihak Rusia. Langkah ini merupakan kelanjutan dari komunikasi intensif yang telah dilakukan sebelumnya.
Pada Minggu (18/10), dua utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner yang juga merupakan menantu Presiden AS Donald Trump telah berbicara dengan Zelensky untuk meninjau perkembangan terkini di lapangan serta membahas langkah-langkah strategis selanjutnya.
| Detail Pertemuan | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Oslo, Norwegia |
| Peserta Utama | Steve Witkoff, Volodymyr Zelensky, PM Norwegia, E4 Uni Eropa, NATO |
| Status Jared Kushner | Hadir secara daring (karena flu) |
| Agenda Berikutnya | Witkoff bertemu Vladimir Putin di Rusia |
Misi Diplomatik ke Rusia
Setelah menyelesaikan agenda di Oslo, Steve Witkoff direncanakan melanjutkan perjalanan ke Rusia. Ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk memaparkan berbagai gagasan dan usulan yang telah dikembangkan melalui konsultasi dengan Ukraina serta mitra-mitra Eropa.
Di sisi lain, pihak Kremlin memberikan sinyal positif terhadap inisiatif ini. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan pada Senin (19/10) bahwa Rusia sangat menghargai upaya mediasi yang dilakukan Amerika Serikat. Namun, Peskov menekankan bahwa penyelesaian akhir akan membutuhkan keterlibatan pihak dari Kiev yang bersedia memikul tanggung jawab penuh.
Pernyataan Donald Trump
Di tengah upaya diplomasi ini, Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan yang menyoroti posisi Zelensky. Trump menyarankan agar Ukraina mungkin perlu menunjuk perwakilan lain untuk bernegosiasi, mengingat besarnya jumlah korban jiwa dan dampak populasi akibat perang yang berkepanjangan.
“Saya pikir sudah waktunya bagi orang lain untuk bernegosiasi atas nama Ukraina, karena apa yang telah terjadi? Begitu banyak orang yang tewas. Mereka kehilangan populasi laki-laki mereka,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari laporan Anadolu. (Ant/I-1)
