
MEMENUHI kebutuhan gizi menjadi salah satu hal penting bagi penderita kanker payudara, terutama selama menjalani pengobatan. Asupan makanan yang cukup dapat membantu menjaga energi, mempertahankan massa otot, serta mendukung pemulihan tubuh selama menjalani terapi.
American Cancer Society menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi setiap pasien kanker dapat berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan, jenis pengobatan, dan efek samping yang dialami. Karena itu, pola makan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Tidak ada satu jenis makanan yang terbukti dapat menyembuhkan kanker payudara. Namun, pilihan makanan bergizi dapat membantu pasien memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, mineral, dan cairan selama pengobatan.
Sumber Protein untuk Menjaga Kekuatan Tubuh
Protein berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh, mempertahankan massa otot, dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Kebutuhan protein juga dapat meningkat selama masa pemulihan setelah operasi atau ketika pasien menjalani kemoterapi dan radioterapi.
Beberapa sumber protein yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari antara lain:
– Ikan dan ayam: menyediakan protein untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh.
– Telur: menjadi sumber protein yang praktis dan mudah diolah.
– Tahu, tempe, dan kacang-kacangan: menyediakan protein nabati serta sejumlah zat gizi lainnya.
– Susu dan produk olahannya: seperti yoghurt dan keju, dapat membantu menambah asupan protein dan energi sesuai kebutuhan pasien.
Pilihan makanan tersebut dapat disesuaikan dengan selera, kemampuan makan, serta anjuran tenaga kesehatan. Jika pasien mengalami mual atau kehilangan nafsu makan, dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan cara memenuhi kebutuhan protein tanpa membuat waktu makan terasa terlalu berat.
Buah dan Sayuran untuk Memenuhi Kebutuhan Vitamin
Buah dan sayuran mengandung beragam vitamin, mineral, serat, serta senyawa alami yang mendukung fungsi tubuh. Mengonsumsi jenis yang beragam dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi selama pengobatan.
Beberapa pilihan yang dapat dikonsumsi meliputi:
– Jeruk dan pepaya: mengandung vitamin C yang membantu mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh.
– Wortel dan labu: menyediakan beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.
– Brokoli dan sayuran hijau: mengandung sejumlah vitamin, mineral, dan serat.
– Pisang dan buah lainnya: dapat menjadi pilihan camilan atau tambahan makanan sehari-hari.
Buah dan sayuran sebaiknya dicuci dengan baik sebelum dikonsumsi. Pasien yang sedang menjalani pengobatan tertentu dan memiliki daya tahan tubuh rendah mungkin memerlukan perhatian khusus terhadap keamanan pangan. Dalam kondisi tersebut, ikuti petunjuk dokter mengenai cara menyiapkan dan mengonsumsi makanan.
Karbohidrat untuk Menjaga Energi
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Ketika menjalani pengobatan, pasien dapat mengalami kelelahan atau penurunan nafsu makan sehingga kebutuhan energi perlu diperhatikan.
Nasi, kentang, oatmeal, roti gandum, dan sumber karbohidrat lainnya dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari. Gandum utuh dan biji-bijian juga menyediakan serat yang membantu fungsi pencernaan.
Meski makanan berserat bermanfaat bagi banyak orang, kebutuhan pasien dapat berubah ketika mengalami diare, sembelit, atau gangguan pencernaan akibat pengobatan. Pilihan dan tekstur makanan sebaiknya disesuaikan dengan gejala yang dialami.
Lemak Sehat dan Kebutuhan Cairan
Selain protein dan karbohidrat, tubuh juga membutuhkan lemak untuk menyediakan energi serta membantu penyerapan vitamin tertentu. Sumber lemak tak jenuh dapat diperoleh dari ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati.
Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan. Air putih dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama ketika pasien mengalami muntah atau diare. Sup dan makanan yang mengandung banyak air juga dapat berkontribusi terhadap asupan cairan.
Jumlah makanan dan cairan yang dibutuhkan setiap pasien tidak selalu sama. Pasien yang mengalami penurunan berat badan, sulit makan, atau memiliki kondisi medis tertentu mungkin memerlukan pengaturan khusus dari dokter atau ahli gizi.
Pola Makan Perlu Disesuaikan Selama Pengobatan
Efek samping pengobatan kanker dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk makan. Mual, perubahan rasa, mulut kering, luka di mulut, dan gangguan pencernaan merupakan beberapa masalah yang dapat terjadi selama terapi.
Dalam kondisi tersebut, pasien dapat berkonsultasi dengan tim medis mengenai pilihan makanan yang lebih mudah dikonsumsi. Sebagian pasien mungkin terbantu dengan porsi kecil tetapi lebih sering, sedangkan pasien lainnya memerlukan makanan dengan kandungan protein dan energi lebih tinggi.
Pasien juga sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi suplemen, jamu, atau produk herbal dengan klaim antikanker. Sejumlah produk dapat berinteraksi dengan obat atau memengaruhi pengobatan yang sedang dijalani. Konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk tersebut penting untuk menjaga keamanan terapi.
Pada akhirnya, pola makan yang baik bagi penderita kanker payudara bukan berarti harus mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan atau menghindari semua makanan yang dianggap tidak sehat. Hal yang lebih penting adalah memenuhi kebutuhan gizi sesuai kondisi tubuh, menjaga keamanan pangan, dan mengikuti rekomendasi tim medis selama pengobatan. (Priya Atma Wibawa/E-4)
Sumber: American Cancer Society, National Cancer Institute, National Cancer Institute.
