
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini (19/10) dan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta mewaspadai kombinasi suhu udara tinggi mencapai 37 derajat Celcius, angin kencang, hingga ancaman banjir rob di pesisir utara.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan bahwa pada pagi hingga siang hari, cuaca di Jawa Tengah umumnya berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan diprediksi akan turun di kawasan pegunungan dan dataran tinggi di sembilan daerah.
“Waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan, karena di musim kemarau yang masih berlangsung saat ini banyak tanaman kering mudah tersulut api,” ujar Ferry Oktarisa dalam keterangan resminya, Senin (19/10).
Potensi Hujan dan Suhu Ekstrem
Meskipun masih dalam periode musim kemarau, hujan ringan berpeluang mengguyur wilayah Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Batang, Kajen, Slawi, Brebes, Bumiayu, dan Majenang. Fenomena ini diperkirakan akan membuat suhu udara terasa lebih hangat.
Di sisi lain, belasan daerah di Jawa Tengah akan terpapar suhu udara ekstrem yang mencapai 37 derajat Celcius. Daerah-daerah tersebut meliputi Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Surakarta, dan Semarang. Selain suhu panas, angin kencang dengan kecepatan hingga 35 km/jam berpotensi terjadi di Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri.
| Parameter Cuaca | Kondisi / Wilayah |
|---|---|
| Suhu Udara Maksimum | 37°C (Semarang, Surakarta, Pantura Timur, Solo Raya) |
| Kecepatan Angin | 10 – 35 km/jam (Arah Timur ke Selatan) |
| Kelembaban Udara | 35% – 95% |
| Potensi Hujan Ringan | 9 Daerah (Pegunungan Tengah & Sebagian Pantura) |
Peringatan Gelombang Tinggi dan Rob
Kondisi di perairan juga memerlukan perhatian serius. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Efendi, melaporkan adanya potensi air laut pasang (rob) di perairan utara dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 01.00-05.00 WIB. Hal ini berisiko memicu banjir pesisir di wilayah Pantura mulai dari Brebes hingga Rembang.
Untuk perairan selatan, BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi yang berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran.
- Kapal Nelayan: Berisiko jika gelombang > 1,25 meter & angin > 15 knot.
- Kapal Tongkang: Berisiko jika gelombang > 1,5 meter & angin > 16 knot.
- Kapal Barang/Penumpang: Berisiko jika gelombang > 2,5 meter & angin > 20 knot.
Sementara itu, ketinggian gelombang di perairan utara Jawa Tengah terpantau lebih landai, berkisar antara 0,1 hingga 1,25 meter, sehingga masih dikategorikan aman untuk aktivitas pelayaran.
