
DIREKTUR Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, memaparkan hasil survei Nasional “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dirilis oleh Parameter Politik Indonesia (PPI). Dalam survei tersebut dipaparkan ahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Erick Thohir masuk dalam tiga besar pejabat negara dengan kinerja terbaik menurut persepsi publik.
“Andi Amran Sulaiman menempati posisi pertama dengan 15,4 persen, diikuti Teddy Indra Wijaya sebesar 14,5 persen, dan Erick Thohir sebesar 6 persen,” ujar Adi pada Minggu (18/10/2026).
Temuan ini menarik karena ketiganya mendapatkan apresiasi melalui karakteristik yang berbeda: Amran menonjol di isu swasembada pangan, Teddy melalui persepsi etos kerja, dan Erick melalui prestasi Timnas Indonesia.
Swasembada Pangan Menjadi Ukuran Keberhasilan
Bagi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, isu pangan menjadi faktor paling dominan. Dari responden yang menilai Amran berkinerja baik, sebanyak 29,6 persen menyebut swasembada pangan sebagai alasan utama, disusul ketersediaan pupuk murah dan berlimpah sebesar 17,6 persen.
Alasan lainnya mencakup kinerja yang terlihat nyata (9,7%), minim pencitraan (7,2%), kebijakan yang bagus (6,7%), serta intensitas turun ke lapangan (5,4%). Besarnya angka pada sektor pangan menunjukkan bahwa kebutuhan dasar tetap menjadi indikator utama evaluasi publik terhadap pemerintah.
Etos Kerja Menjadi Daya Tarik Utama
Berbeda dengan Amran, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian positif terutama karena karakter kerjanya. Menempati posisi kedua dengan 14,5 persen, alasan terbesar publik menyukai kinerjanya adalah prinsip “sedikit bicara, banyak bekerja” (19,6%).
Selain itu, 15,6 persen responden menyebut penampilan yang gagah, 11,9 persen mengapresiasi kemampuan komunikasi program pemerintah, dan 10,1 persen karena sering muncul di media. Sebagai Sekretaris Kabinet, persepsi ini relevan dengan tugas koordinasi pemerintahan agar agenda Presiden tersampaikan secara efektif tanpa kegaduhan.
Perkembangan Timnas Membentuk Persepsi Positif
Di posisi ketiga, Erick Thohir memperoleh angka 6 persen. Faktor pendorong utama penilaian positif terhadapnya adalah persepsi bahwa kualitas Timnas Indonesia semakin meningkat (15,6%).
Responden juga menyoroti keberhasilan masuk final ASEAN Cup (7,8%), hasil kerja yang terlihat (7,8%), serta kemenangan atas rival regional seperti Malaysia (6,7%). Hal ini memperlihatkan bahwa prestasi di bidang olahraga memiliki pengaruh kuat dalam membentuk sentimen publik terhadap figur pemimpin.
Tiga Pendekatan, Satu Tantangan
Ketiga pejabat tersebut merepresentasikan tiga wajah kinerja: kebijakan substansial (Amran), etos kerja personal (Teddy), dan prestasi hasil nyata (Erick). Perbedaan ini menunjukkan bahwa ekspektasi masyarakat sangat beragam, mulai dari urusan perut hingga kebanggaan nasional.
Survei PPI juga mencatat bahwa 62,2 persen responden setuju dengan langkah Presiden Prabowo melakukan pergantian menteri (reshuffle). Hal ini menjadi sinyal bahwa publik mendukung adanya evaluasi berkala demi memastikan kabinet tetap produktif.
Survei Nasional PPI dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. Margin of error survei ini sebesar ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pada akhirnya, modal kepercayaan publik ini menjadi tantangan bagi para pejabat untuk terus membuktikan konsistensi kinerja dan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat luas di sisa masa jabatan pemerintahan. (Ant/H-3)
