
Jepang bersiap mencetak sejarah baru dalam eksplorasi ruang angkasa dengan meluncurkan misi untuk mengambil sampel dari satelit alami Mars dan membawanya kembali ke Bumi. Misi bertajuk Martian Moons eXploration (MMX) ini dijadwalkan lepas landas dari Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya, pada Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan laporan media setempat, NHK, pada Ahad (18/10), misi ini akan menggunakan roket H3 yang diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima. MMX diproyeksikan menjadi misi antariksa pertama di dunia yang menyasar pendaratan di Phobos, salah satu satelit alami Mars, guna mengambil sampel permukaan sebelum kembali ke planet kita.
Badan Penjelajah Antariksa Jepang (JAXA) memimpin langsung proyek ambisius ini dengan mengembangkan tiga modul utama. Investasi yang dikucurkan untuk misi ini tergolong besar, mencapai total 55,3 miliar yen atau setara dengan Rp6,31 triliun.
Modul penjelajah dalam misi MMX dilengkapi dengan teknologi mutakhir, termasuk perangkat pengambilan sampel, berbagai instrumen observasi ilmiah, serta dua kamera berdefinisi super tinggi (UHD) untuk mendokumentasikan permukaan satelit Mars tersebut secara detail.
Perjalanan menuju planet merah diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun. Setelah tiba di orbit Mars, modul yang mendarat di Phobos akan melakukan observasi intensif selama tiga tahun. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, modul yang membawa pulang sampel berharga dari Phobos tersebut diperkirakan akan mendarat kembali di Bumi pada Maret 2032. (Ant/E-3)
