
Program Studi Magister Teknologi Informasi (MTI) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menggelar rangkaian Indonesia Digital Leadership Summit (IDLS) 2026 untuk mendorong inovasi kecerdasan artifisial (AI), memperkuat tata kelola teknologi, serta meningkatkan kompetensi talenta digital. Rangkaian kegiatan diawali dengan IDLS Student Hackathon dan peresmian Salemba Ventures pada Sabtu (17/10), sebelum dilanjutkan dengan konferensi utama pada Minggu (18/10).
Mengusung tema “Beyond Digital Transformation: Building the Organizations and Capabilities for What Comes Next”, IDLS 2026 mempertemukan kalangan akademisi, pemerintah, industri, mahasiswa, dan profesional untuk membahas tantangan serta peluang transformasi digital.
Ketua Program Studi MTI UI, Panca Hadi Putra, mengatakan IDLS dirancang untuk mempertemukan proses pembelajaran dan penelitian dengan kebutuhan nyata organisasi.
“Kami ingin IDLS menjadi ruang yang menghubungkan gagasan dengan pelaksanaan. Mahasiswa membangun dan menguji solusi, peneliti membawa bukti, sementara pemerintah dan industri berbagi persoalan serta pengalaman implementasi. Pertemuan berbagai perspektif ini penting agar transformasi digital tidak berhenti pada adopsi teknologi, tetapi menghasilkan perubahan yang benar-benar bermanfaat,” kata Panca, Minggu (18/10).
Salah satu agenda pembuka IDLS 2026 adalah IDLS Student Hackathon bertajuk Meaningful AI & Digital Innovation Challenge. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan inovasi di tiga bidang, yakni produktivitas organisasi, dampak publik, serta keamanan dan kepercayaan digital, dengan Garuda Spark sebagai mitra hackathon.
Penilaian kompetisi tidak hanya berfokus pada teknologi yang dikembangkan, tetapi juga pada pemahaman terhadap permasalahan, validasi kebutuhan pengguna, dan manfaat solusi yang ditawarkan.
Pada 17 Oktober, rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, talk show Garuda Spark, pengenalan dan peresmian Salemba Ventures, serta sesi Final Pitch & Demo. Dalam tahap final, peserta mempresentasikan dan memperagakan solusi di hadapan dewan juri, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan deliberasi untuk menentukan pemenang yang diumumkan pada Awarding Ceremony 18 Oktober 2026.
Para finalis juga mendapatkan kesempatan memamerkan karya melalui Startup & Innovation Booths selama IDLS 2026. Kesempatan tersebut diharapkan dapat memperluas interaksi peserta dengan akademisi, profesional, pengunjung konferensi, dan calon mitra pengembangan.
Selain kompetisi, peresmian Salemba Ventures menjadi langkah untuk menjaga keberlanjutan inovasi mahasiswa dan alumni MTI UI. Komunitas independen yang mengusung semangat “From Ideas to Ventures” ini disiapkan sebagai ruang pendampingan bagi gagasan, hasil pembelajaran, penelitian, hingga startup yang dikembangkan secara mandiri.
Inisiatif yang dapat dikembangkan mencakup luaran mata kuliah Kewirausahaan Bisnis Perangkat Lunak (KBPL) dan Bisnis Digital (BisDig), serta usaha rintisan yang dibangun di luar kegiatan perkuliahan.
Dukungan Salemba Ventures diarahkan pada validasi pasar, penyempurnaan produk, pemetaan kebutuhan tim, serta pembukaan akses terhadap mentor, calon pelanggan, dan calon pendana.
“Setelah perkuliahan dan kompetisi selesai, perjalanan inovasi seharusnya tetap berlanjut. Salemba Ventures kami hadirkan agar tim memiliki ruang untuk memperkuat validasi pasar, mengembangkan produk, dan bertemu dengan dukungan yang sesuai. Tujuannya sederhana: agar karya tidak berhenti sebagai tugas, dan startup tidak berjalan sendirian,” ujar Panca.
Dalam pengembangannya, Salemba Ventures menjajaki kerja sama dengan DIRBT UI untuk mendukung pengelolaan kekayaan intelektual dan komersialisasi, serta Garuda Spark Innovation Hub untuk memperluas akses terhadap pendampingan, industri, pasar, dan jejaring pendanaan. Rencana kolaborasi tersebut masih dalam tahap penjajakan dan akan ditindaklanjuti melalui kesepakatan para pihak.
Salemba Ventures ditegaskan sebagai komunitas independen, bukan perusahaan modal ventura maupun unit struktural Universitas Indonesia atau Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Ketua Panitia IDLS 2026, Khusniyati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada seluruh narasumber, juri, mitra, dan peserta yang telah hadir. Kami berharap IDLS 2026 menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut setelah acara ini selesai,” ujar Khusniyati.
Konferensi utama IDLS 2026 dijadwalkan dibuka oleh Dekan Fasilkom UI, Wisnu Jatmiko. Salah satu agenda utamanya adalah Executive Plenary bertajuk “Digital Transformation: Beyond the AI Pilot” yang membahas strategi membawa inisiatif digital dan AI dari tahap uji coba menuju penerapan yang memberikan dampak nyata.
Sesi tersebut dijadwalkan menghadirkan Olivia Basrin, Country Lead Google for Education Indonesia; Michel Hamilton, CEO & President Director Gtech, Mapclub & Speedwork Indonesia; serta Cahyono Tri Birowo, Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah, Kementerian PAN-RB. Diskusi dipandu oleh Dr. Rifki Shihab, Direktur Transformasi Digital Universitas Indonesia.
Pembahasan akan mencakup kesiapan data, penentuan kasus penggunaan yang tepat, penyesuaian proses kerja, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, hingga pengukuran manfaat teknologi bagi dunia usaha dan pelayanan publik.
IDLS 2026 juga menghadirkan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Towards Indonesian AI Regulations & Governance”. Forum ini mempertemukan lima perspektif, yaitu hukum, kebijakan AI, teknologi, keamanan siber, serta perencanaan pembangunan dan tata kelola data.
Topik yang dibahas meliputi proses legislasi dan penyusunan regulasi AI, pembagian tanggung jawab, pengujian keandalan sistem, keamanan siber, serta kesiapan data untuk mendukung pelayanan publik.
Hasil diskusi direncanakan dirangkum sebagai bahan rekomendasi awal. Penyusunannya tetap membedakan pandangan masing-masing narasumber dari keputusan maupun komitmen resmi institusi yang diwakilinya.
Selain membahas kebijakan dan penerapan teknologi, IDLS 2026 menyediakan ruang bagi diseminasi penelitian melalui IT Case Research Colloquium. Sebanyak sepuluh karya penelitian mahasiswa terpilih untuk dipresentasikan dalam dua kelompok sesi.
Penelitian yang dipresentasikan mencakup tata kelola teknologi informasi, pelindungan data pribadi, risiko AI dan keamanan siber, pengelolaan proyek, kualitas perangkat lunak, serta pemanfaatan AI dalam organisasi.
Melalui forum tersebut, mahasiswa berkesempatan memperoleh masukan dari kalangan akademisi dan profesional. Naskah terpilih juga direncanakan dikembangkan untuk diterbitkan dalam buku suntingan ber-ISBN melalui UI Publishing.
Agenda lainnya adalah Industry Masterclass yang dijadwalkan menghadirkan Ananda Budi Prasetya, Head Solution Architect Alibaba Cloud Indonesia.
Sementara itu, Alumni Talks & Gathering akan menghadirkan Ahmad Firdaus, Ketua Ikatan Alumni Fasilkom UI; Muhammad Nasri dari NTT DATA; serta Dharma Siregar dari PTPN III. Muhammad Nasri dan Dharma Siregar merupakan alumni MTI UI. Sesi ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman profesional, perkembangan karier, dan membangun jejaring antara alumni dengan peserta.
Penguatan kompetensi sumber daya manusia turut menjadi agenda melalui Digital Talent Forum bertajuk “The Future of Digital Talent & Capabilities”.
Diskusi akan menyoroti kebutuhan kompetensi pada era AI, peningkatan dan pembaruan keterampilan, serta penyelarasan program pembelajaran dengan kebutuhan organisasi.
Rangkaian kegiatan juga mencakup pemberian apresiasi terhadap karya dan prestasi mahasiswa. Melalui berbagai agenda tersebut, IDLS 2026 diarahkan untuk membangun keterhubungan antara inovasi, penelitian, pengalaman industri, tata kelola teknologi, dan pengembangan talenta agar menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan.
IDLS 2026 terbuka bagi masyarakat luas, termasuk profesional, pimpinan organisasi, akademisi, alumni, mahasiswa, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap AI dan transformasi digital.
Informasi lengkap mengenai program dan registrasi dapat diakses melalui situs https://idls.cs.ui.ac.id dengan memperhatikan ketersediaan kapasitas peserta. (H-2)
