Kelangkaan BBM di 16 Wilayah Ganggu Operasional Damri
ilustrasi(Antara)

Perum Damri mengonfirmasi bahwa kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia mulai berdampak pada kelancaran operasional layanan perusahaan. Kondisi ini memicu potensi gangguan jadwal perjalanan bagi para pelanggan.

Head of Corporate Communication Damri, Niken Pratiwi Syah Putri Distian, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pihaknya terus memantau situasi di lapangan untuk meminimalisasi dampak terhadap mobilitas publik.

“DAMRI memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kelangkaan BBM di sejumlah wilayah,” ujar Niken dalam keterangan resminya di Karawang, Jawa Barat, Minggu (18/10).

Daftar 16 Wilayah Terdampak

Berdasarkan laporan dari berbagai kantor cabang, tercatat ada 16 wilayah yang mengalami kendala pasokan BBM. Wilayah-wilayah tersebut tersebar dari bagian barat hingga timur Indonesia, meliputi:

  • Sumatra & Jawa: Jabodetabek, Lampung, Jambi, Pangkalpinang, Medan, dan Surabaya.
  • Bali & Nusa Tenggara: Denpasar dan Kupang.
  • Sulawesi: Manado, Makassar, dan Mamuju.
  • Papua & Maluku: Manokwari, Jayapura, Sorong, Sorong Selatan, dan Mimika.

Langkah Penanganan dan Koordinasi

Menyikapi situasi ini, DAMRI telah mengambil langkah strategis dengan memperkuat koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait, terutama PT Pertamina (Persero). Upaya ini dilakukan guna memastikan pemenuhan kebutuhan BBM bagi armada operasional di wilayah-wilayah terdampak.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pemangku kepentingan terkait untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan BBM bagi operasional armada,” tegas Niken.

Selain koordinasi eksternal, DAMRI juga melakukan pemantauan internal secara berkala. Langkah antisipasi disiapkan agar setiap potensi kendala layanan dapat ditangani dengan cepat sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Imbauan bagi Pelanggan

Manajemen DAMRI mengimbau para calon penumpang untuk lebih proaktif dalam mengecek informasi perjalanan. Pelanggan disarankan memantau kanal komunikasi resmi perusahaan guna mendapatkan pembaruan terkini mengenai jadwal dan status operasional layanan.

“Apabila terdapat penyesuaian layanan, informasi akan disampaikan melalui kanal resmi perusahaan,” pungkasnya. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *