
Operasional Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku, kembali terganggu pada Minggu (18/10). Sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan akibat cuaca buruk dan jarak pandang terbatas yang dipicu oleh kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menyatakan bahwa memburuknya kondisi cuaca membuat seluruh penerbangan pada hari tersebut dibatalkan. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan operasional penerbangan.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa akibat kondisi cuaca buruk dan jarak pandang rendah yang melanda beberapa hari terakhir,” ujar Johan di Ambon, Minggu.
Daftar Rute Terdampak
Berdasarkan data dari pengelola bandara, pembatalan penerbangan pada Minggu mencakup berbagai rute strategis, di antaranya:
- Nabire
- Jakarta
- Banda Neira
- Wahai
- Makassar
- Kufar (Kabupaten Seram Bagian Timur)
- Moa
- Saumlaki
- Langgur
- Surabaya
- Ternate
Gangguan ini merupakan kelanjutan dari kondisi serupa pada Sabtu (17/10), di mana penerbangan menuju Saumlaki, Nabire, Langgur, Sorong, Ternate, Surabaya, Makassar, dan Jakarta juga mengalami pembatalan. Sebelumnya, pada periode 14 hingga 16 Oktober 2026, rentetan pembatalan dan penundaan (delay) juga telah terjadi pada sejumlah rute domestik lainnya.
Layanan Penumpang dan Kompensasi
Menyikapi situasi ini, pihak pengelola bandara telah memberikan layanan pemulihan (recovery) berupa penyediaan makanan ringan dan minuman bagi penumpang yang terdampak di terminal. Johan memastikan fasilitas pendukung seperti ruang tunggu tetap dijaga kebersihan dan kenyamanannya.
Terkait hak penumpang, pengelola bandara mengarahkan pengguna jasa ke loket layanan pelanggan masing-masing maskapai. Penumpang dapat mengajukan pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule) sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Catatan Operasional: Johan menegaskan bahwa urusan kompensasi, refund, dan reschedule sepenuhnya merupakan tanggung jawab maskapai. Peran pengelola bandara difokuskan pada penyediaan fasilitas terminal, menjaga ketertiban, serta memastikan penyampaian informasi penerbangan berjalan lancar.
Hingga saat ini, pihak Bandara Internasional Pattimura terus memantau perkembangan cuaca dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan aspek keselamatan tetap terjaga di tengah gangguan asap karhutla yang masih berlangsung. (Ant/E-3)
