
KETUA Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dalam beberapa hari terakhir berdampak terhadap kegiatan di sektor pariwisata.
“Dampaknya antara lain pembatalan beberapa acara di Bali,” ujar Cok Ace, sapaan akrabnya, melalui pesan di Bali, Minggu (18/10).
Ia tidak merinci acara yang dibatalkan. Namun, menurut mantan Wakil Gubernur Bali ini, pariwisata merupakan kegiatan yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya misalnya perjalanan ke objek-objek wisata maupun perjalanan yang menggunakan moda transportasi roda dua.
Cok Ace mengaku belum menghitung dampak kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat kelangkaan BBM pada sektor pariwisata. Menurutnya kemungkinan tidak signifikan karena hanya terjadi pergeseran tujuan.
“Kerugian ekonomi belum kami hitung, mungkin tidak signifikan, karena hanya pergeseran tujuan. Tapi tetap menimbulkan pergeseran expending,” ujar Cok Ace yang tercatat terlama dalam sejarah menjabat sebagai Ketua PHRI Bali sejak 2005 ini.
Ia lebih khawatir terhadap dampak kelangkaan BBM yakni adanya perubahan tujuan destinasi bagi calon wisatawan yang di awal berencana berkunjung ke {ulau Dewata.
“Yang lebih besar kami khawatirkan adalah kondisi ini akan dimanfaatkan oleh kompetitor kita, untuk mengubah tujuan destinasi bagi calon wisatawan yang berencana untuk ke Bali,” ujarnya. (H-4)
