
JARAK pandang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, sempat turun menjadi satu kilometer akibat kondisi udara berasap pada Minggu (18/10) pagi.
Berdasarkan data pengamatan cuaca Bandara Hang Nadim yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jarak pandang pada pukul 06.30 WIB tercatat satu kilometer dengan kondisi cuaca berasap dan suhu udara 26 derajat Celsius.
Jarak pandang kemudian meningkat menjadi dua kilometer pada pukul 07.17 WIB dan bertahan pada angka tersebut hingga pembaruan terakhir yang tercantum dalam prakiraan per jam BMKG pada pukul 18.17 WIB.
Kondisi tersebut menunjukkan sebaran asap masih memengaruhi jarak pandang di kawasan bandara. Penurunan jarak pandang menjadi perhatian karena dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan apabila kondisi memburuk.
Meski demikian, manajemen Bandara Internasional Batam (BIB) menyatakan aktivitas penerbangan pada Minggu kembali berjalan lancar setelah sebelumnya sempat terdampak kabut asap dalam beberapa hari terakhir.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, mengatakan kondisi asap pada Minggu tidak mengganggu aktivitas penerbangan, sehingga proses lepas landas dan pendaratan pesawat dapat berlangsung lancar.
“Untuk asap, hari ini alhamdulillah tidak berdampak ke penerbangan sehingga aktivitas take-off dan landing bisa dilakukan secara lancar oleh pilot,” kata Annang di Batam, Minggu (18/10).
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat Kepulauan Riau agar mewaspadai potensi sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam prakiraan cuaca Minggu, BMKG menyebut kondisi di wilayah Kepulauan Riau secara umum cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah. Penumpukan massa udara dan kelembapan udara lapisan atas yang cukup tinggi menjadi faktor yang mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG juga mengingatkan bahwa sebaran asap dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan gangguan pernapasan. Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara serta meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi jarak pandang di Bandara Hang Nadim masih perlu dipantau secara berkala, mengingat perubahan cuaca dan pergerakan asap dapat memengaruhi kondisi penerbangan maupun aktivitas masyarakat di Batam. (H-4)
