Mengenal Perimenopause: Tanda-Tanda dan Cara Menjaga Kesehatan Tubuh
ilustrasi(Antara)

Perimenopause merupakan masa transisi sebelum menopause yang ditandai dengan perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron. Perubahan ini dapat memengaruhi siklus menstruasi, suasana hati, kualitas tidur, hingga kemampuan berkonsentrasi pada perempuan.

Menopause sendiri ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab medis lain. Selama masa perimenopause, menstruasi dapat menjadi tidak teratur, namun kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang telah memasuki fase menopause sepenuhnya.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus Chief Medical Officer Magnolia Collective Wellness Indonesia, dr. Dinda Derdmeisya, Sp.OG, menjelaskan bahwa perubahan pada masa perimenopause tidak hanya berkaitan dengan sistem reproduksi. Perubahan hormon secara signifikan memengaruhi kondisi fisik dan emosional dalam aktivitas sehari-hari.

“Kalau perempuan masuk ke fase midlife, itu bukan hanya bermasalah dengan siklus menstruasinya atau hot flush, tetapi ternyata sesimpel tidur jadi lebih sulit,” ujar dr. Dinda pada Minggu (18/10/2026).

Ia menambahkan, perempuan dalam fase ini juga sering merasakan badan mudah pegal, brain fog, hingga fluktuasi emosi. Mengenali perubahan tubuh menjadi langkah krusial agar perempuan dapat memahami kondisinya dan menentukan kapan harus mencari bantuan medis.

Tanda-Tanda Perimenopause yang Perlu Dikenali

Gejala perimenopause bersifat individual dan berbeda pada setiap perempuan. Berikut adalah sejumlah tanda umum yang muncul selama masa transisi:

  • Perubahan suasana hati: Fluktuasi hormon membuat perempuan lebih mudah tersinggung, cemas, atau sensitif.
  • Berat badan bertambah: Terjadi penumpukan lemak terutama di area perut akibat berkurangnya massa otot dan perubahan metabolisme.
  • Brain fog: Kondisi sulit berpikir jernih, sulit berkonsentrasi, atau sering lupa menaruh barang.
  • Hot flashes: Sensasi panas mendadak di wajah, leher, dan dada yang sering disertai keringat.
  • Gangguan tidur: Keringat malam dan perubahan hormon sering menyebabkan kesulitan tidur atau sering terbangun.
  • Perubahan gairah seksual: Penurunan estrogen dapat menyebabkan kekeringan pada vagina dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Menstruasi Berhenti Bukan Berarti Langsung Menopause

Perubahan siklus menstruasi adalah indikator utama, namun berhentinya haid selama beberapa bulan tidak otomatis berarti menopause. Menurut dr. Dinda, kondisi tersebut bisa dipicu oleh stres, ketidakseimbangan hormon lain, atau gangguan sistem reproduksi.

Penilaian medis harus mempertimbangkan usia, riwayat kesehatan, dan gejala penyerta. Pemeriksaan dokter sangat disarankan, terutama bagi perempuan usia muda, untuk mengidentifikasi apakah perubahan tersebut berkaitan dengan gangguan hormon atau kondisi medis tertentu.

Bisakah Menopause Dini Dicegah?

Menopause dini didefinisikan terjadi sebelum usia 45 tahun, sementara menopause prematur terjadi sebelum usia 40 tahun. Faktor genetik, penyakit autoimun, hingga tindakan medis seperti pengangkatan ovarium menjadi penyebab utamanya.

dr. Dinda menekankan bahwa menopause dini tidak selalu dapat dicegah. Fokus utama seharusnya dialihkan pada perlindungan kesehatan tubuh saat hormon mulai menurun lebih awal.

“Bukan dicegah sih, cuma mungkin lebih kayak gini, kita kalau sampai menopause, bahayanya apa sih?” kata dr. Dinda. Ia mengingatkan bahwa kesehatan otak, tulang, dan jantung harus menjadi prioritas utama karena risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular meningkat pasca-menopause.

Langkah Mendukung Kesehatan Masa Perimenopause:

  1. Latihan Kekuatan: Strength training untuk menjaga massa otot dan kepadatan tulang.
  2. Pola Makan Seimbang: Cukupi asupan protein, kalsium, dan vitamin D.
  3. Manajemen Stres: Menjaga kesejahteraan emosional dan kualitas tidur.
  4. Konsultasi Medis: Segera hubungi dokter jika gejala mulai mengganggu kualitas hidup.

Dengan pemahaman yang baik dan gaya hidup sehat, perempuan dapat menjalani masa transisi perimenopause dengan lebih nyaman dan tetap menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *