Kekeringan di Tasikmalaya Meluas, 113.712 Warga Krisis Air Bersih
BPBD Kota Tasikmalaya pasok air bersih bagi masyarakat mencapai 2.417.000 di 54 Kelurahan hingga kebutuhan akan selalu dikirim sesuai permintaan lantaran selama ini tidak cukup.(MI/Kristiadi)

RATUSAN sumur mengalami kering krontang di musim kemarau semakin meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat memasok air bersih diperuntukkan bagi 36.161 Kepala Keluarga (KK) atau 113.712 jiwa. Kekeringan tersebut, telah menyebabkan ratusan sumur menyusut di 54 Kelurahan tersebar 10 Kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya, Budi Martanova Avatar mengatakan, bencana El Nino tahun ini semakin meluas terdampak bagi masyarakat atau separuh krisis air di 54 kelurahan tersebar 10 Kecamatan. Kekeringan tersebut, BPBD pasok air bagi 113.712 jiwa atau 36.161 Kepala Keluarga dilakukan di 259 titik pengiriman atau 536 rit air bersih.

“Fenomena El Nino semakin kering sudah mencakup 10 Kecamatan dan pasokan air bersih gratis yang diberikan mencapai 2.417.000 liter. Kebutuhan tersebut, untuk meringankan beban bagi masyarakat dan diperuntukkan untuk minum, masak, cuci pakaian, wudu lantaran ratusan sumur di perkampungan mengalami kering,” ujar Budi Martanova Avatar, Minggu (18/10/2026).

Ia mengatakan musim kemarau semakin kering berdampak krisis air bersih setiap perkampungan menyebabkan separuh warga Kota Santri mengandalkan bantuan lantaran sumur mereka menyusut drastis. Namun, krisis air bersih terdampak di 54 kelurahan dari jumlah keseluruhan 69 dan kebutuhan tersebut dipasok setiap hari demi meringankan beban bagi keluarga.

“Kebutuhan air bersih gratis dipasok ke pelosok perkampungan, pesantren, rumah sakit, sekolah, perkantoran, perbankan dan yang lain. Pendistribusian air bersih tidak hanya dilakukan BPBD, tapi berbagai pihak turut membantu supaya air yang diberikan dapat bermanfaat sesuai kebutuhan hingga mereka harus hemat air karena hujan akan turun bulan November berdasarkan dari BMKG,” katanya.

Sementara itu, Maman, 55, Kecamatan Purbaratu mengatakan, musim kemarau panjang yang terjadi semakin parah hingga membuat sumur miliknya di kedalaman 10 meter kering dan semua warga tetangga mengandalkan bantuan. Namun, kebutuhan air diperuntukkan untuk minum, masak, cuci pakaian, wudu dan buang air.

“Musim kemarau yang terjadi sangat parah hingga lahan pertanian miliknya seluas 500 bata tidak bisa mengolahan lahan lantaran suplai air kurang dan banyak para petani di wilayahnya gagal tanam. Kekeringan yang terjadi, membuat saluran irigasi dan sungai menyusut secara drastis tapi kebutuhan air bagi warga yang dipasok BPBD bermanfaat untuk memasak dan minum,” pungkasnya. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *