Barcelona Pesta Pora, Rodri: Kami masih Banyak Kekurangan
Para pemain Barcelona merayakan gol.(FC Barcelona)

Barcelona memperpanjang catatan sempurna mereka di semua kompetisi musim ini setelah menumbangkan Real Betis dengan skor telak 5-2 pada lanjutan La Liga di Stadion La Cartuja, Sevilla, Sabtu (17/10). Meski tampil sangat tajam di lini depan, gelandang Barcelona, Rodri, menilai timnya masih memiliki pekerjaan rumah besar di sektor pertahanan.

“Sekali lagi tim menunjukkan potensi menyerangnya. Namun, kami juga masih cukup banyak memberikan peluang kepada lawan. Di situlah kami harus melakukan perbaikan,” ujar Rodri sebagaimana dikutip dari AFP.

Kemenangan ini mengukuhkan posisi tim asuhan Hansi Flick di puncak klasemen La Liga dengan keunggulan lima poin. Selain itu, Blaugrana mencatatkan rekor impresif dengan menyapu bersih 11 kemenangan dari 11 pertandingan awal di semua kompetisi musim ini.

Dominasi Lamine Yamal dan Rekor Klub

Lamine Yamal membuka keunggulan Barcelona saat laga baru berjalan 10 menit melalui tendangan melengkung indah ke sudut atas gawang. Pesta gol Barcelona kemudian dilanjutkan oleh aksi Rodri, Gabriel Jesus, Eric Garcia, dan ditutup oleh Dani Olmo pada menit-menit akhir. Sementara itu, Real Betis sempat memberikan perlawanan melalui gol Valentin Gomez dan Ez Abde.

Hasil ini membuat Barcelona mencatatkan rekor klub untuk kemenangan pada awal musim liga. Mereka juga berhasil menyamai rekor sembilan kemenangan beruntun yang sebelumnya ditorehkan oleh rival abadi mereka, Real Madrid, pada musim 1968/1969.

Secara khusus, Rodri memberikan pujian setinggi langit bagi Lamine Yamal. Menurutnya, kontribusi pemain muda tersebut jauh melampaui sekadar mencetak gol.

“Gol yang luar biasa. Belakangan ini kami sudah terbiasa melihatnya melakukan hal seperti itu. Pemain seperti dia membuat perbedaan. Namun, saya juga melihat hal-hal lain yang dia berikan, seperti kerja keras, solidaritas terhadap tim, memahami permainan, dan menemukan ruang,” puji Rodri.

Perlawanan Betis dan Kritik Wasit

Real Betis sebenarnya memberikan perlawanan sengit, namun situasi menjadi sulit setelah Facundo Bernal diusir wasit pada awal babak kedua akibat menyundul Yamal. Bermain dengan 10 orang membuat pertahanan Betis goyah, yang kemudian dimanfaatkan Barcelona untuk memperlebar jarak melalui gol Gabriel Jesus dan Eric Garcia.

Bek Real Betis, Hector Bellerin, menyayangkan kekalahan tersebut dan sempat mengkritik kepemimpinan wasit. Meski demikian, ia bangga dengan semangat juang rekan-rekannya.

“Ada beberapa keputusan yang tidak adil bagi kami. Namun, menghadapi tim dengan kualitas seperti ini, kami mampu melawan mereka hingga menit-menit akhir. Kami menunjukkan bahwa dengan 11 pemain, kami mampu bersaing dengan tim-tim terbaik,” kata Bellerin.

 

Ujian berat bagi Barcelona akan berlanjut pekan depan. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG) di Prancis pada Selasa (20/10) dalam lanjutan Liga Champions, sebelum melakoni laga krusial El Clasico melawan Real Madrid pada akhir pekan depan. Di sisi lain, Real Betis harus segera bangkit karena mereka akan menghadapi Feyenoord di ajang Liga Champions pada Rabu (21/10) mendatang. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *