Antrean BBM Mengular di Jember, Pertamina Minta Maaf dan Pastikan Stok Aman
Anggota polisi berjaga di tengah antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026).(ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo)

ANTREAN kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpantau mengular dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas harian masyarakat akibat waktu tunggu pengisian yang meningkat signifikan.

Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga. Meski terjadi kepadatan, Pertamina menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Jember dan sekitarnya dalam kondisi aman.

Dampak Dinamika Geopolitik Internasional

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjelaskan bahwa kepadatan antrean ini berkaitan erat dengan dinamika rantai pasok energi di tingkat nasional yang terdampak situasi global. Penyesuaian jadwal kedatangan kapal tanker minyak akibat perkembangan geopolitik internasional memengaruhi distribusi di beberapa wilayah, termasuk Jawa Timur dan Bali.

“Dinamika geopolitik internasional memberikan dampak langsung terhadap rantai pasok energi dunia, termasuk mengatur ulang jadwal kedatangan kapal-kapal tanker pembawa BBM. Namun, kami tegaskan bahwa tidak ada pengurangan kuota maupun volume pengiriman BBM ke Kabupaten Jember. Pasokan tetap disalurkan sesuai alokasi,” ujar perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Jumat (16/10/2026).

Antrean Meluber ke Jalan Raya

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang terjadi di sejumlah titik strategis, seperti SPBU di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kaliwates, Mangli, dan Mastrip. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus mengantre antara 30 menit hingga lebih dari satu jam untuk mendapatkan BBM, terutama jenis Pertalite. Di beberapa lokasi, antrean bahkan meluber hingga ke bahu jalan dan memicu kemacetan.

Samsul Hadi, warga Kecamatan Sumbersari, mengeluhkan kondisi yang terjadi pada Kamis malam (15/10/2026). “Antreannya luar biasa panjang. Kami terpaksa mengorbankan banyak waktu produktif hanya untuk mengisi bensin, padahal kendaraan ini alat vital kami untuk bekerja,” keluhnya.

Senada dengan Samsul, Haryati, warga Kecamatan Ambulu, berharap pelayanan kembali normal agar masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

Faktor Penyebab dan Langkah Antisipasi

Selain kendala distribusi global, Pertamina menduga adanya faktor panic buying di masyarakat. Kekhawatiran akan kelangkaan mendorong konsumen membeli BBM lebih awal atau dalam jumlah lebih banyak. Selain itu, adanya peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi (Pertamax) ke BBM bersubsidi (Pertalite) turut menambah tekanan permintaan di SPBU.

Guna mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah taktis dengan menggelar rapat koordinasi untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan BBM. Satgas ini bertugas mengantisipasi penyalahgunaan distribusi, praktik penimbunan, hingga penjualan kembali BBM dengan harga tinggi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Langkah Koordinasi Lapangan:

  • Polres Jember: Melakukan pengamanan di lokasi SPBU untuk menjaga ketertiban.
  • Dinas Perhubungan: Mengatur arus lalu lintas guna mengurai kemacetan akibat antrean yang meluber ke jalan.
  • Satgas BBM: Mengawasi distribusi agar tepat sasaran dan mencegah spekulasi harga.

Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi mengenai kelangkaan BBM. Warga diharapkan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan agar antrean tidak semakin memanjang dan aktivitas ekonomi di Jember dapat kembali berjalan normal. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *