Iran Bantah Tuduhan Arab Saudi terkait Eskalasi Serangan Houthi
Esmaeil Baqaei.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Iran secara resmi membantah tuduhan Arab Saudi yang menyebut Teheran mendorong kelompok Houthi untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap kerajaan tersebut. Bantahan ini muncul di tengah gelombang serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) yang terus menyasar wilayah Arab Saudi serta Yaman.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak memiliki peran dalam operasi militer yang dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (16/10) merespons ketegangan yang kembali memuncak.

“Republik Islam Iran menolak segala klaim bahwa Iran berperan dalam operasi Yaman (Houthi),” ujar Baqaei. Ia menambahkan bahwa kelompok Houthi bertindak secara independen berdasarkan kepentingan dan penilaian mereka sendiri.

Tawaran Mediasi

Meski membantah keterlibatan militer, Iran menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran diplomatik guna meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Baqaei menyebut Teheran terbuka untuk menjadi penengah dalam mengakhiri konflik berkepanjangan di Yaman.

“Iran selalu siap menggunakan jasa baiknya untuk membantu mengakhiri permusuhan,” tuturnya.

Sebelumnya, pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Rayed Krimly, menuduh Iran berada di balik eskalasi serangan Houthi. Sejak konflik memanas kembali pada Juli, Houthi berulang kali menargetkan fasilitas vital di Arab Saudi, termasuk infrastruktur minyak dan bandara internasional. Pekan lalu, serangan di bandara Riyadh dilaporkan menewaskan 13 orang.

Eskalasi Serangan di Laut Merah dan Yaman

Pada Jumat (16/10), koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan telah mencegat tiga drone dan dua rudal jelajah di atas Laut Merah serta satu rudal balistik yang mengarah ke wilayah Yanbu.

Situasi di Yaman juga dilaporkan mencekam. Dua rudal Houthi menghantam area Bandara Aden pada Jumat. Meski tidak ada korban jiwa, serangan tersebut nyaris mengenai pesawat Yemenia Airways yang sedang bersiap lepas landas menuju Kairo, Mesir.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah serangan rudal menghantam kompleks istana kepresidenan di Aden yang menewaskan lima orang dan melukai 16 lain. Hingga saat ini, pemerintah Yaman yang didukung kekuatan udara Arab Saudi terus berupaya melancarkan serangan balasan, namun belum berhasil merebut kembali wilayah-wilayah strategis yang dikuasai Houthi. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *