LP UMKM PP Muhammadiyah Gelar Business Matching Pertemukan 70 Pelaku UMKM
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP UMKM PP Muhammadiyah) bekerja sama dengan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) PP ‘Aisyiyah menyelenggarakan Business Matching UMKM di Kantor PP ‘Aisyiyah, Yogyakarta, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini mempertemukan 70 pelaku UMKM terpilih secara langsung dengan berbagai mitra strategis.

Para peserta yang hadir berasal dari lima provinsi, yakni DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka tersebar di 14 kabupaten/kota, mulai dari Sleman, Bantul, hingga wilayah Jawa Timur seperti Madiun. Peserta terdiri dari pelaku UMKM binaan LP UMKM, SUMU, ‘Aisyiyah, serta kategori umum yang telah lolos kurasi dari sesi pitching online pada 12 Oktober 2026.

Tiga Skema Kemitraan Strategis

Dalam sesi diskusi one on one, para pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk menjalin kerja sama melalui tiga skema utama:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): Fokus pada kerja sama pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
  • Suara Muhammadiyah: Kerja sama pemasaran ritel guna memperluas akses pasar produk UMKM.
  • LP UMKM dan Telkomsel: Layanan konsultasi usaha serta program digitalisasi UMKM.

Melanjutkan Kesuksesan di Jakarta

Penyelenggaraan di Yogyakarta ini merupakan tahap kedua setelah kesuksesan acara serupa di DKI Jakarta pada 22 September 2026. Pada edisi perdana tersebut, kolaborasi LP UMKM PP Muhammadiyah dan BSI berhasil memfasilitasi penyaluran KUR senilai Rp4,05 miliar bagi sekitar 50 peserta.

Wakil Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah, Dr. Suhaji Lestiadi, ME, berharap kehadiran mitra di Yogyakarta dapat melampaui capaian sebelumnya. “Harapan kami, penyerapan KUR dan transaksi ritel bisa lebih besar. Business matching ini adalah bagian dari alur utuh, mulai dari pitching, kurasi, transaksi, hingga pendampingan pertumbuhan usaha,” ujar Suhaji.

LP UMKM PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program ini ke berbagai provinsi dan kota lain. Langkah ini diambil guna memastikan lebih banyak UMKM di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah maupun umum yang dapat “naik kelas” dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *