SAR Temukan Jaket Pelampung KM Feronia, Korban Tenggelam Masih Dicari
Tim SAR temukan jaket pelampung KM Feronia.(MI/Marianus Marselus)

TIM SAR gabungan menemukan satu buah jaket pelampung (life jacket) milik KM Feronia dalam operasi pencarian hari keempat terhadap Veronica Beatrix Jessica (23), korban tenggelamnya kapal wisata di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (16/10). Meski demikian, hingga operasi dihentikan sementara pada sore hari, keberadaan korban masih belum diketahui.

Operasi SAR hari keempat melibatkan 132 personel gabungan dengan mengerahkan penyelam, peralatan khusus bawah air, serta penyisiran permukaan laut. Total jarak penyisiran permukaan laut mencapai 45,29 mil laut (nautical mile).

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, selaku Search Mission Coordinator (SMC), mengoordinasikan pelaksanaan operasi pencarian dengan mengoptimalkan berbagai metode dan peralatan yang tersedia. Pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan laut, penyelaman, serta pemanfaatan teknologi bawah air untuk memperluas jangkauan pencarian.

Tim penyelam melaksanakan pencarian di sejumlah titik, termasuk di sekitar Pulau Tatawa Kecil pada kedalaman sekitar 20 meter. Setiap kegiatan penyelaman berlangsung selama 30 hingga 45 menit. Pencarian juga dilakukan di sekitar Pulau Bugis untuk memperluas area penyisiran.

Upaya pencarian bawah air turut didukung Remotely Operated Vehicle (ROV) milik PT Famindo yang diturunkan hingga kedalaman sekitar 99 meter untuk membantu memantau kondisi bawah laut. Namun, hasil pemantauan pada titik tersebut belum berhasil menemukan korban.

Tim SAR gabungan juga mengerahkan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya untuk melakukan tiga kali penyisiran bawah air di sejumlah area pencarian, meliputi perairan Mawan, Batu Bolong, Siaba, dan kawasan Pulau Tatawa. Hasil penyisiran menggunakan peralatan tersebut masih nihil.

Di tengah upaya pencarian, Tim SAR gabungan menemukan satu buah jaket pelampung yang diidentifikasi sebagai milik KM Feronia. 

Temuan tersebut dicatat sebagai bagian dari hasil operasi hari keempat dan menjadi bahan evaluasi untuk mendukung pelaksanaan pencarian selanjutnya.

“Sebanyak 27 penyelam (diver) turut dikerahkan dalam operasi tersebut. Meski pencarian dilakukan melalui penyelaman langsung, penggunaan ROV, pemindaian sonar, dan penyisiran permukaan laut, tim belum berhasil menemukan Jessica,” ujar Fathur.

Fathur Rahman menyatakan bahwa pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan mengoptimalkan koordinasi dan upaya seluruh unsur SAR gabungan. Temuan jaket pelampung menjadi salah satu informasi yang dicatat dalam evaluasi operasi, sementara keberadaan korban masih menjadi fokus utama pencarian.

Operasi SAR hari kelima dijadwalkan kembali berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), mulai pukul 06.00 WITA. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan melanjutkan pencarian dengan memaksimalkan personel dan peralatan yang tersedia guna menemukan korban.

Sebelumnya, KM Feronia tenggelam pada Selasa (13/10/2026) di perairan Pulau Tatawa, kawasan Taman Nasional Komodo. Kapal wisata tersebut membawa 30 orang, terdiri atas lima anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang.

Sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara Jessica, warga negara Indonesia berusia 23 tahun, masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian Tim SAR gabungan. (MM)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *