Karhutla di Banyumas, Seorang Warga Tewas Akibat Kekurangan Oksigen
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan milik Perum Perhutani di Dusun Celiling, Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (14/10). Peristiwa tragis ini menyebabkan seorang warga setempat meninggal dunia.

Korban teridentifikasi bernama Nuryono, 72, warga Desa Kalisalak. Ia diduga mengembuskan napas terakhir akibat kekurangan oksigen setelah terjebak di tengah kobaran api yang membesar dengan cepat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.28 WIB. Saat kejadian, korban berada di sekitar lokasi dan diduga tidak sempat menyelamatkan diri.

“Pada Rabu telah terjadi kebakaran lahan Perhutani di wilayah Dusun Celiling, Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Ada satu korban jiwa atas nama Nuryono,” ujar Dwi dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Petugas gabungan bersama warga telah mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian untuk kemudian dibawa ke rumah duka. Pihak BPBD juga telah melaporkan insiden ini kepada Polsek Kebasen serta melakukan koordinasi awal dengan pemerintah desa setempat terkait penanganan dampak kejadian.

Faktor Cuaca dan Lokasi

Kebakaran ini terjadi di tengah musim kemarau ekstrem yang menyebabkan vegetasi dan tumpukan daun kering di kawasan hutan menjadi sangat mudah terbakar. Kondisi cuaca panas mempercepat perambatan api ke area yang lebih luas.

Selain faktor alam, upaya pemadaman awal sempat terkendala karena lokasi kebakaran yang relatif jauh dari permukiman warga dan minimnya akses sumber air di sekitar titik api.

Imbauan Kewaspadaan

Menyikapi kejadian ini, BPBD Banyumas meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau. Warga sangat dilarang melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena risiko api yang tidak terkendali sangat tinggi.

Kematian Nuryono menjadi peringatan keras mengenai risiko keselamatan di sekitar kawasan hutan. Masyarakat diimbau untuk segera menjauh dan tidak mendekati lokasi kebakaran apabila melihat api mulai membesar demi menghindari risiko sesak napas atau terjebak api. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *