
PSIKOLOG Universitas Indonesia Prof. Rose Mini Agoes Salim menyarankan orangtua berkonsultasi dengan dokter soal perbedaan pola pengasuhan yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan bayi.
Ia menjelaskan bahwa penjelasan dari tenaga ahli dapat membantu keluarga memahami kebutuhan anak berdasarkan informasi medis untuk menghindari terjadinya konflik antargenerasi soal pengasuhan.
“Data itu bisa dari penelitian, bisa kita ajak orangtua kita ke dokter anak, agar dia tahu dari orang berbeda yang kemudian punya keahlian dalam bidang itu untuk penjelasannya,” terang Rose di Jakarta, Selasa (13/10).
Ia mengatakan orangtua perlu mempertimbangkan saran dari generasi sebelumnya, tetapi tidak menerapkannya secara langsung tanpa menilai kesesuaiannya dengan kondisi anak.
Apabila ada pengasuhan yang tidak sejalan dengan rekomendasi medis, orangtua sebaiknya menjelaskan alasannya secara santun agar dapat dipahami oleh kakek-nenek.
“Kalau kita tidak sepaham dengan kakek nenek, berikan alasan yang jelas. Mungkin bisa diterima oleh orang tua kita atau kakek nenek,” kata dia.
Konsultasi dengan dokter, kata Rose, dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menyamakan pemahaman mengenai kebutuhan nutrisi, kondisi kesehatan, dan tahapan perkembangan anak.
Ia mencontohkan, pemberian makanan padat perlu disesuaikan dengan usia dan kesiapan bayi. Jika bayi belum siap menerima makanan tersebut, keluarga sebaiknya tidak memaksakan dan meminta arahan dokter mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat.
Orangtua, sambungnya, perlu menjelaskan kondisi khusus anak, seperti alergi, kepada seluruh anggota keluarga yang terlibat dalam pengasuhan. (Ant/H-4)
