
Real Madrid dijadwalkan bertandang ke markas AS Roma di Stadion Olimpico pada Kamis (15/10) dalam lanjutan fase liga Liga Champions musim 2026/2027. Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena menandai kembalinya pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, ke stadion yang pernah menjadi rumahnya selama periode 2021-2024.
Los Blancos datang dengan modal positif setelah mengamankan kemenangan pada laga pembuka Liga Champions melawan Inter Milan melalui gol Kylian Mbappe dan Federico Valverde. Meski demikian, performa tim asuhan Mourinho di kompetisi domestik masih naik-turun. Setelah sempat menderita kekalahan dari Real Betis dan Atletico Madrid, Madrid baru saja bangkit dengan kemenangan tipis 1-0 atas Villarreal berkat gol perdana Yan Diomande. Namun, kemenangan itu harus dibayar mahal dengan kartu merah yang diterima Vinicius Junior.
Reuni Emosional Jose Mourinho
Bagi Mourinho, laga ini adalah momen emosional. Selama menukangi Giallorossi, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Konferensi Eropa dan membawa tim ke final Liga Europa. Kini, ia datang sebagai lawan dengan misi membawa Madrid bersaing di papan atas klasemen Liga Champions, di mana saat ini Madrid berada di posisi ke-13 berdasarkan data klasemen tervalidasi.
Secara historis, Real Madrid mendominasi pertemuan kedua tim. Dari 12 laga yang sudah dilakoni, Madrid mengemas delapan kemenangan, sementara Roma hanya tiga kali menang. Bahkan, dalam empat pertemuan terakhir, Los Blancos selalu menang tanpa sekalipun kebobolan.
Gasperini Waspadai Kualitas Juara
Di kubu tuan rumah, AS Roma kembali ke kompetisi elite Eropa setelah absen selama tujuh musim. Di bawah arahan Gian Piero Gasperini, Roma mengawali fase liga dengan hasil imbang 1-1 melawan Fenerbahce. Gasperini, yang sukses membawa Roma finis di posisi ketiga Serie A musim lalu, menyadari sepenuhnya besarnya tantangan yang dihadapi.
“Ketika melihat Real Madrid, saya melihat tim yang berisi para juara, baik di lapangan maupun di bangku cadangan,” ujar Gasperini sebagaimana dikutip dari Football Italia. Ia juga menambahkan bahwa meski Mourinho meninggalkan kesan mendalam di Roma, tim Madrid saat ini memiliki identitas yang sangat berbeda.
Roma sendiri sedang dalam tren yang cukup stabil di Serie A, meski baru saja ditahan imbang tanpa gol oleh Como pada akhir pekan lalu. Dalam laga tersebut, Roma kehilangan Donyell Malen yang menerima kartu merah, sebuah kerugian yang memaksa Gasperini memutar otak untuk menjaga kebugaran skuadnya menjelang laga kontra Madrid.
Ambisi Yan Diomande
Pemain muda Madrid, Yan Diomande, menyatakan kesiapannya untuk menjalani debut atmosfer Olimpico di Liga Champions. “Saya sangat bersemangat. Ini adalah impian setiap anak, dan saya bersyukur bisa bermain di kompetisi ini bersama Real Madrid,” ungkapnya melalui laman resmi klub.
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit. Roma memiliki catatan kandang yang kuat di kompetisi Eropa, memenangi delapan dari sembilan laga kandang terakhir mereka sebelum absen panjang dari Liga Champions. Namun, kualitas individu pemain Madrid dan pengalaman Mourinho akan menjadi ujian berat bagi pertahanan Giallorossi yang dipimpin Gasperini.
| Statistik Kunci | Keterangan |
|---|---|
| Rekor Pertemuan | Madrid 8 Menang, Roma 3 Menang |
| Lokasi Pertandingan | Stadion Olimpico, Roma |
| Posisi Klasemen UCL | Madrid (13), Roma (18) |
(Z-10)
