Menteri Energi Arab Saudi Janjikan Balasan Serius Usai Serangan Pemberontak Houthi
Serangan Houthi ke King Khalid International Airport(Al Ekhbariya TV via viory)

MENTERI Energi Arab Saudi berjanji akan memberikan balasan yang “serius” atas serangan mematikan yang menargetkan sejumlah bandara serta fasilitas minyak dan gas di wilayah kerajaan. Rangkaian serangan tersebut dilancarkan oleh gerakan Houthi asal Yaman yang didukung oleh Iran.

“Peristiwa dalam beberapa minggu terakhir sangat serius. Respons kami pun harus sama seriusnya,” tegas Pangeran Abdul Aziz bin Salman saat berbicara di Kongres Energi WPC di Riyadh.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan menyusul rentetan gelombang serangan udara yang melanda wilayah Arab Saudi. Pada hari Minggu, otoritas setempat mengonfirmasi seorang warga negara Pakistan tewas akibat serangan yang menghantam terminal di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Insiden ini terjadi hanya sehari setelah rudal Houthi merusak terminal lain di bandara yang sama hingga menewaskan 13 orang dan memaksa fasilitas penerbangan tersebut ditutup sementara.

Korban tewas dalam serangan di Terminal 3 pada Sabtu lalu mencakup empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, Sudan, dan India. Sementara itu, ledakan kembali terdengar di Riyadh pada Senin malam setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik. Serangan juga dilaporkan mengincar Bandara Internasional King Fahd di Dammam serta wilayah Khamis Mushait.

Pihak Houthi mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian operasi tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menyatakan bahwa pihaknya meluncurkan rudal dan drone ke bandara Riyadh dan Dammam, serta dua fasilitas minyak dan gas di Provinsi Timur sebagai balasan atas 124 serangan udara Arab Saudi di Yaman dalam 24 jam sebelumnya. Sarea juga memperingatkan maskapai dan penumpang untuk tidak menggunakan bandara serta ruang udara Arab Saudi, kecuali untuk penerbangan menuju dan dari kota suci Mekkah dan Madinah.

Sarea menegaskan bahwa pasukannya akan “terus melanjutkan operasi eskalasi jauh di dalam wilayah Saudi, menerapkan persamaan ‘blokade dibalas blokade’ dan ‘eskalasi dibalas eskalasi’ serta menargetkan bala bantuan musuh Saudi sampai agresi dihentikan dan pengepungan terhadap rakyat kami yang tercinta diangkat.”

Di tengah ancaman keamanan yang membayang, Pangeran Abdul Aziz menyampaikan pidato pembukaan Kongres Energi WPC yang berlokasi sekitar 10 kilometer dari bandara Riyadh. Ia menyampaikan terima kasih kepada para eksekutif industri dan pembuat kebijakan yang tetap hadir.

“Anda tahu negara ini aman dan kami menjaga perlindungan Anda sepenuh hati,” kata Pangeran Abdul Aziz.

Meski demikian, ia mengakui bahwa “keamanan energi tidak boleh dianggap remeh” dan perkembangan terkini telah “menguji infrastruktur, lembaga, rakyat, dan ketahanan kami.” Ia menegaskan optimisme negaranya dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kami, sebagai orang Saudi, adalah orang-orang yang tidak takut, pemberani, dan gigih,” ujarnya. “Kami akan membuktikan kepada dunia bahwa apa pun yang kami lalui, kami akan melampauinya.”

Konflik yang meluas ini memicu kecaman internasional. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengaku “sangat terkejut” dan mengingatkan bahwa serangan terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil merupakan pelanggaran hukum internasional. Sementara itu, Iran menyatakan “sangat prihatin” atas eskalasi yang terjadi dan menyerukan “dialog serta keterlibatan” untuk menyelesaikan situasi.

Eskalasi pertempuran ini mengancam gencatan senjata informal yang telah berjalan selama empat tahun sejak terurai pada Juli lalu. Konflik Yaman sendiri telah merusak negara tersebut sejak perang saudara pecah pada 2014, yang kemudian memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk memulihkan kekuasaan pemerintah resmi. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *