Serangan Israel Berlanjut di Libanon Selatan meski Ada Kesepakatan
Prajurit dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon (UNIFIL) menghadiri upacara peringatan Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Naqoura, Libanon, 29 Mei 2025.(Xinhua/Ali Hashisho)

TENTARA Israel kembali melancarkan serangan udara dan tembakan artileri ke sejumlah wilayah di Libanon selatan pada Minggu (11/10). Serangan tersebut menjadi pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat dan ditandatangani pada Juni lalu.

Kantor Berita Nasional Libanon (NNA) melaporkan, pesawat tempur Israel membombardir Kota Kfar Tebnit di Distrik Nabatieh. Di Distrik Tyre, serangan udara juga menyasar Kota Mansouri, sementara tembakan artileri menghantam wilayah Majdal Zoun.

Serangan Israel berlanjut hingga malam hari. Wilayah di antara Kota Mayfadoun dan Zawtar al-Sharqiyah dilaporkan menjadi sasaran tembakan artileri berat yang dilakukan secara intensif.

Serangkaian serangan tersebut berlangsung di tengah operasi militer Israel yang masih berlanjut di Libanon. Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Libanon, ofensif yang dimulai pada 2 Maret itu telah menewaskan 4.386 orang dan menyebabkan 12.413 lainnya terluka.

Sebelumnya, pada 26 Juni, Libanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat di Washington. 

Kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon serta penempatan tentara Libanon di daerah-daerah yang ditinggalkan oleh pasukan Israel.

Namun, serangan militer Israel masih terus berlangsung meskipun kesepakatan telah disepakati. 

Israel juga tetap menduduki sejumlah wilayah di Libanon, termasuk daerah yang telah berada di bawah kendalinya selama beberapa dekade serta wilayah lain yang direbut dalam perang dan operasi militer terbaru. (Anadolu/Fer/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *