Film  Naza Tayang di Indonesia, Angkat Kisah Tragedi Serangan Militer Israel di Gaza ‎
Ilustrasi(Dok Naza)

FILM dokumenter NAZA, yang menjadi sorotan internasional setelah meraih Special Jury Prize di Venice Film Festival 2026, resmi dijadwalkan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2026. Kehadiran film ini diumumkan secara resmi oleh KlikFilm sebagai distributor yang membawa karya investigatif tersebut ke tanah air.

Direktur KlikFilm, Frederica, menyatakan bahwa penayangan NAZA merupakan kesempatan penting bagi penonton di Indonesia untuk menyaksikan karya dokumenter internasional yang mengangkat isu kemanusiaan secara mendalam ke layar lebar.

“Bagi kami, film memiliki kekuatan untuk membuka mata dan mengajak kita melihat kenyataan dari perspektif yang berbeda. NAZA bukan film yang mudah untuk ditonton, karena isu yang diangkat menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan manusia, yaitu hak untuk hidup dan nilai kemanusiaan,” ujar Frederica dalam keterangannya, Minggu (11/10).

Mengungkap Kode Militer di Balik Judul

NAZA bukan sekadar dokumenter biasa. Film ini hadir dengan pendekatan investigatif yang mengajak penonton melihat lebih dekat sistem di balik operasi militer Israel di Gaza. Salah satu poin paling krusial yang diungkap adalah makna di balik judulnya.

Nama “NAZA” merujuk pada istilah kode militer yang digunakan oleh intelijen Israel. Kode ini digunakan untuk menggambarkan kalkulasi atau perkiraan jumlah warga sipil yang berpotensi tewas dalam sebuah serangan udara. Film ini menyoroti bagaimana risiko jatuhnya korban sipil diperhitungkan dalam sebuah operasi militer.

Kolaborasi Sineas Berpengalaman

Dokumenter ini disutradarai oleh Yuval Abraham dan Rachel Szor. Keduanya merupakan sineas asal Israel yang sebelumnya terlibat dalam tim sutradara dokumenter pemenang Oscar, No Other Land (2024). Dalam NAZA, mereka memadukan pendekatan jurnalistik investigatif yang tajam dengan kekuatan narasi sinema dokumenter.

Dengan pengakuan dari salah satu festival film paling bergengsi di dunia, NAZA diharapkan menjadi tontonan yang memicu perenungan mengenai situasi kemanusiaan global saat ini.

“Kami berharap film ini bisa mengajak penonton Indonesia untuk lebih peduli, berempati, dan tidak menutup mata terhadap penderitaan warga sipil di tengah konflik,” pungkas Frederica. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *